Beyond the Breaking News

Kabar Palestina: Akhirnya Joe Biden dan Uni Eropa Akui Rakyat Gaza Menderita

Indonesia Berita Berita

Kabar Palestina: Akhirnya Joe Biden dan Uni Eropa Akui Rakyat Gaza Menderita
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Setelah berhari-hari membela Israel, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyorot penderitaan rakyat Gaza dan Israel.

Liputan6.com, London - Pemimpin negara-negara Barat akhirnya mulai menunjukkan simpati ke rakyat Gaza dan Palestina di tengah perang antara Hamas dan Israel. Pernyataan untuk menolong rakyat Gaza ini muncul usai para pemimpin itu lebih fokus berdeklarasi untuk membela Israel.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berkata mayoritas rakyat Palestina menderita akibat konflik yang terjadi, meski Presiden Biden tetap menyalahkan Hamas. BACA JUGA: Kisah Haru 70 Warga Palestina Tewas Saat Konvoi Melarikan Diri dari Gaza Utara Akibat Serangan Udara Israel BACA JUGA: Tenggat 6 Jam Warga Utara Gaza Palestina Mengungsi ke Selatan Berakhir, Tentara Israel Siapkan Serangan Darat ke Gaza? BACA JUGA: VIDEO: Tentara Israel Bantah Targetkan Warga Palestina yang Mengungsi dari Gaza Utara BACA JUGA: McDonalds Israel Diboikot Gara-Gara Sumbang 4.000 Makanan Lebih ke Tentara Israel, Muslim Dunia Serukan Boikot McD Baca Juga "Kita tidak boleh tak melihat terkait fakta bhwa mayoritas rakyat Palestina tidak ada urusannya dengan serangan keji Hamas, dan mereka menderita akibat hal itu," ujar Presiden AS Joe Biden via X, dikutip Minggu . Sementara, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengaku telah berbicara dengan Sekjen PBB Antonio Guterres dan berjanji bahwa Uni Eropa akan menggenjot bantuan ke Gaza."UE akan menambah tiga kali lipat bantuan kemanusiaannya kepada rakyat sipil di Gaza dan wilayah yang lebih luas," ujar Presiden Ursula von der Leyen melalui X. Pada situs resmi Komisi Eropa, Presiden von der Leyen berkata total bantuan yang diberikan ke Gaza akan menjaid 75 juta euro. Lebih lanjut, Ursula von der Leyen berkata Israel punya hak untuk membela diri mereka, tetapi harus tetap berada di koridor hukum internasional. "Komisi medukung hak Israel untuk membela diri sendiri melawan teroris-teroris Hamas, dengan penghormatan penuh kepada hukum kemanusiaan internasional. Kami bekerja keras untuk memastikan bahwa rakyat sipil tak bersalah di Gaza diberikan dukungan pada konteks ini," tegas Presiden Ursula von der Leyen. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel menganalisis apa yang disebutnya sebagai propaganda hamas terkait serangan terhadap warga sipil yang melarihakan diri dari konflik di Gaza Utara. * Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini 2 dari 4 halamanMcDonalds Israel Diboikot Gara-Gara Sumbang 4.000 Makanan Lebih ke Tentara Israel, Muslim Dunia Serukan Boikot McDSebelumnya dilaporkan, McDonalds Israel menghadapi seruan boikot, gara-garanya cabang makanan cepat saji di negara itu mulai memberikan makanan gratis kepada Israel Defense Forces atau tentara Israel setelah pecahnya perang Israel vs Hamas. "McDonald's menyediakan makanan gratis untuk IDF, . Kita harus berpegang pada prinsip-prinsip kita dan mengambil tindakan yang sejalan dengan keyakinan kita. Mari kita boikot McDonalds karena mendukung perusahaan yang terlibat dalam konflik adalah hal yang salah, terutama jika menyangkut hilangnya nyawa orang yang tidak bersalah," kritik salah satu pengguna X terkait aksi waralaba milik Israel itu, seperti dikutip dari News Week, Minggu . Poster kritik tersebut juga berbunyi:"Mari kita tingkatkan kesadaran dan dorong akuntabilitas dari merek-merek ini. Ingat, suara dan tindakan setiap individu dapat membuat perbedaan dalam membentuk dunia yang lebih adil." Dalam serangkaian postingan Instagram pekan ini, McDonald's Israel mengatakan pihaknya menyumbangkan ribuan makanan gratis kepada tentara Pasukan Pertahanan Israel serta rumah sakit. Dalam keterangan di salah satu postingan, diterjemahkan oleh Instagram, McDonald's Israel menulis,"Update bahwa kemarin kami telah menyumbangkan 4.000 makanan ke rumah sakit dan unit militer, kami bermaksud untuk menyumbangkan ribuan makanan setiap hari kepada tentara di lapangan dan di daerah wajib militer, dan ini lebih dari sekadar diskon bagi tentara yang datang ke restoran. Kami membuka 5 restoran yang buka hanya untuk tujuan ini."3 dari 4 halamanSeruan Boikot McDonalds di PakistanDi X, seorang pengguna bernama Attockonians menulis:"Pakistan yang terhormat, Ayo BOYCOTT McDonalds. Sebarkan sebanyak yang Anda bisa." Pengguna X @NoOnesX_ menulis,"Jika McDonalds memberikan makanan gratis kepada Angkatan Pertahanan Israel dan bukan kepada mereka yang di Gaza, maka saya pikir seluruh Muslim di seluruh dunia harus memboikot McDonalds." Dan pengguna X, Hassaan Bokhari berkata,"Boikot McDonalds! Semua gerai McDonalds di Pakistan harus diambil tindakan untuk mendukung Palestina." Di Instagram, beberapa komentator keluar untuk mendukung McDonald's Israel."Manusia adalah emas! Kerja bagus untuk kalian! Pekerjaan suci," tulis seseorang.Pertempuran melawan Hamas dimulai setelah kelompok militan tersebut melancarkan serangan mendadak ke Israel akhir pekan lalu tepatnya Sabtu 7 Oktober. Lebih dari 2.700 korban telah dikonfirmasi di kedua sisi, menurut Associated Press. Setelah Hamas menyerang Israel dengan rudal dan menyerang pesawat tempur Sabtu lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya sedang"berperang". Serangan udara terus dilancarkan terhadap Jalur Gaza, dan invasi Israel ke wilayah tersebut dianggap mungkin terjadi. 4 dari 4 halamanKemlu RI: 4 WNI yang Dievakuasi dari Tepi Barat Selamat Tiba di Jakarta, 136 Orang Memilih TinggalPemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Indonesia dan KBRI Amman melakukan evakuasi empat WNI dari wilayah Tepi Barat dan sekitarnya. Mereka telah tiba di Jakarta, Indonesia dengan selamat pada Minggu . Menurut informasi dari Kemlu RI, proses evakuasi dilakukan sejak tanggal 13 Oktober melalui jalur darat dari Safe House di Yerusalem melalui Jordan River Border menuju Amman. "Saat ini tercatat sebanyak 136 WNI masih berada di wilayah Tepi Barat dan sekitarnya. Mereka memilih untuk tetap tinggal di lokasi masing-masing," Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha. Sementara itu, sambung Judha, pemerintah masih terus upayakan evakuasi 10 WNI dari wilayah Jalur Gaza. "Kerawanan situasi keamanan membuat proses evakuasi WNI dari Jalur Gaza harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dengan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait," ujar Judha.Sebelumnya diberitakan, Kemlu RI melaporkan bahwa empat WNI yang dievakuasi dari Israel telah tiba di Yordania pada Jumat 13 Oktober. "Empat WNI tersebut saat ini telah aman dan selamat berada di wilayah Jordania setelah melakukan perjalanan darat sekitar dua jam melalui perbatasan Yordania River Crossing/Sheikh Hussein."* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Soal Serangan Hamas, Joe Biden: Tindakan Setan!Soal Serangan Hamas, Joe Biden: Tindakan Setan!Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden naik pitam soal serangan kelompok Hamas terhadap Israel.
Baca lebih lajut »

Biden Bahas Konflik Israel-Hamas dengan PM Israel, Presiden PalestinaBiden Bahas Konflik Israel-Hamas dengan PM Israel, Presiden PalestinaGedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menekankan dukungan AS terhadap Israel dan kebutuhan bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina dalam pembicaraan melalui telepon dengan pemimpin Israel dan Otoritas Palestina, Sabtu (14/10). Dilansir oleh Reuters, dalam...
Baca lebih lajut »

Uni Eropa Desak CEO Google untuk Awasi Konten Perang Israel-Hamas di YouTubeUni Eropa Desak CEO Google untuk Awasi Konten Perang Israel-Hamas di YouTubeSecara khusus, Uni Eropa meminta Google untuk 'sangat waspada' terkait konten perang Israel-Hamas yang diposting di YouTube.
Baca lebih lajut »

Perang Israel-Hamas Menular ke Eropa, Prancis Gawat Darurat!Perang Israel-Hamas Menular ke Eropa, Prancis Gawat Darurat!Efek perang antara kelompok milisi Hamas dengan tentara Israel pun akhirnya menular ke Eropa. Prancis mengumumkan gawat darurat.
Baca lebih lajut »

TikTok Tegaskan Perangi Disinformasi Soal Perang Hamas Vs Israel Pasca Kena Tegur Uni EropaTikTok Tegaskan Perangi Disinformasi Soal Perang Hamas Vs Israel Pasca Kena Tegur Uni EropaUni Eropa mengatakan bahwa mereka melihat indikasi TikTok digunakan untuk menyebarkan konten ilegal dan disinformasi terkait perang Hamas Vs Israel.
Baca lebih lajut »

Akhirnya, Joe Biden dan Uni Eropa Akui Rakyat Gaza MenderitaAkhirnya, Joe Biden dan Uni Eropa Akui Rakyat Gaza MenderitaSetelah berhari-hari membela Israel, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyorot penderitaan rakyat Gaza dan Israel.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-06-14 23:11:59