Seorang penyiar berita BBC kelahiran Afghanistan mendapat telpon mengejutkan dari juru bicara Taliban ketika sedang siaran langsung. / Global
Hakim segera memberikan pengeras suara pada panggilan Shaheen dan memulai membuka percakapan tentang deklarasi kemenangan Taliban di Kabul, setelah 20 tahun kepemimpinannya digulingkan oleh pasukan pimpinan AS."Oke, kami telah dalam panggilan dengan juru bicara Taliban Suhail Shaheen di saluran ini. Pak Shaheen, dapatkah Adan mendengar saya?" kata jurnalis Australia tersebut memastikan.
Setelah mengkonfirmasi dapat mendengar suara Hakim, Shaheen mulai berbicara yang menjanjikan"kedamaian" di Afghanistan, negara yang dilanda perang itu. "Seharusnya tidak ada kebingungan, kami memastikan warga Afghanistan di kota Kabul, bahwa properti mereka dan hidup mereka aman. Tidak akan ada balas dendam pada siapa pun. Kami adalah abdi masyarakat dan negara ini," ujar Shaheen, seperti yang dilansir dari
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Taliban Nyatakan Perang di Afghanistan Sudah BerakhirJuru bicara kantor politik Taliban Mohammad Naeem mengungkap pihaknya tidak ingin hidup dalam isolasi dan menyerukan hubungan internasional yang damai
Baca lebih lajut »
Presiden Ghani Diduga Lari ke Tashkent, Sebut Taliban MenangPresiden Ashraf Ghani menyatakan saat ini kelompok Taliban sudah memenangkan seluruh pertempuran di Afghanistan.
Baca lebih lajut »
Live Streaming Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Sidang Tahunan MPR - Tribunnews.comPidato Kenegaraan Presiden RI dapat disaksikan melalui siaran langsung di berbagai TV Nasional serta bisa juga secara live streaming YouTube MPR
Baca lebih lajut »
MalalaKembalinya rezim Taliban langsung dikaitkan dengan fundamentalisme Islam, terutama soal pemberangusan peran wanita. Taliban
Baca lebih lajut »
Rusia Belum Akui Taliban Sebagai Penguasa AfghanistanRusia menyatakan mereka sampai saat ini belum mengakui Taliban sebagai penguasa yang sah secara hukum di Afghanistan.
Baca lebih lajut »