BMKG menyebut potensi Sunda Megathrust adalah ancaman riil.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak, terutama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan kementerian terkait, untuk memperluas pelaksanaan mitigasi dan pendidikan bencana. Permintaan Presiden ini menanggapi potensi gempa dengan magnitudo tinggi yang dipicu megathrust di selatan Pulau Jawa.
Jokowi meminta pendidikan kebencanaan lebih diperluas di sekolah-sekolah. Hingga saat ini, ujar dia, pemerintah sudah mulai merintis sekolah siap bencana di Provinsi Banten. Presiden melihat saat ini sudah ada kemajuan di bidang penyampaian pendidikan kebencanaan di Indonesia. Presiden menekankan bahwa kejadian gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Demi meminimalisir imbasnya, Jokowi meminta masyarakat waspada dan memahami ilmu mitigasi bencana.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ada Instruksi Jokowi di Balik Blak-blakan BMKG soal Sunda MegathrustSalah satu alasan BMKG blak-blakan soal potensi nyata ancaman Sunda Megathrust adalah permintaan Jokowi agar BMKG buka-bukaan soal kegempaan.
Baca lebih lajut »
BMKG Ingatkan Ancaman Nyata Sunda MegathrustBMKG mengingatkan ancaman Sunda megathrust. BMKG menyebut megathrust adalah ancaman yang nyata. Begini penjelasannya: megathrust gempa
Baca lebih lajut »
BMKG : Sunda Megathrust Ancaman Nyata Bencana di Selatan Pantai JawaKepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Rahmat Triyono mewanti-wanti masyarakat...
Baca lebih lajut »
BMKG Ingatkan Potensi Ancaman Bencana Sunda MegathrustBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mewanti-wanti masyarakat yang bermukim di bibir pantai selatan Jawa mengenai ancaman Sunda Megathrust yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Baca lebih lajut »
BMKG: Belum Ada Teknologi Prediksi Kapan Megathrust TerjadiBMKG menyebut gempa Sunda megathrust adalah ancaman yang riil
Baca lebih lajut »