Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah telah menerbitkan 80,6 juta sertifikat hak milik hingga saat ini.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi pada Pembukaan Pertemuan Puncak Gugus Tugas Reformasi Agraris Summit 2022 di Wakatobi, Kamis .Sebelumnya, Presiden Jokowi bercerita pada tahun 2015 mengetahui adanya tumpeng tindih pemanfaatan lahan saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah.
Lebih menjengkelkannya lagi, kata Presiden, hak guna bangunan diberikan kepada pemilik lahan yang luasnya puluhan ribuan hektar. “Tapi begitu yang kecil-kecil 200meter persegi saja, entah itu hak milik, HGB tidak bisa kita selesaikan, inilah persoalan besar kita kenapa yang namanya sengketa lahan itu ada di mana-mana. 80 juta lahan yang ditempati masyarakat belum bersertifikat,” ujarnya.
Dari gambaran persoalan tersebut, Presiden Jokowi mengaku mencari dan menemukan penyebab 80 juta penduduk Indonesia belum memiliki sertifikat.