PRESIDEN Joko Widodo diharapkan mematenkan komposisi menteri di kabinet yang berasal dari 55% kalangan profesional dan 45% dari partai.
"Kalau Pak Jokowi tidak konsisten dengan komposisi 55% dari nonpartai dan 45% dari partai sesuai janjinya, publik pasti kecewa berat," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris kepada Medcom.id, kemarin.
Syamsuddin menilai komposisi menteri Jokowi memang belum ideal. Namun, pemilihan menteri alah hak Jokowi sebagai presiden terpilih periode 2019-2024. Presiden terpilih Jokowi menyiapkan kejutan besar pada pemerintahan periode keduanya. Jokowi yang mengklaim memimpin tanpa beban elektoral pada 2024 menegaskan akan ada perbedaan gaya kepemimpinan.
Jokowi terang-terangan menginginkan menteri yang bisa berperan sebagai eksekutor. Mereka yang nantinya menjabat juga harus memiliki kematangan pengalaman manajerial.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Taylor Swift Umumkan Daftar Lagu Album Lover, Ini Lagu-Lagu yang Mesti DiwaspadaiLewat akun Instagram-nya, Taylor mengumumkan 18 lagu yang akan muncul dalam album ketujuhnya, Lover.
Baca lebih lajut »
Akhiri Pernikahan Anak, Perubahan Peraturan Mesti DipercepatIndonesia dinilai harus mengubah hukumnya guna mengakhiri praktik pernikahan anak
Baca lebih lajut »
Cak Imin soal Jokowi: Wajah Kekuasaan yang Tak Sombong, tapi Ngemong'Dalam pemerintahan Pak Jokowi, desakralisasi institusi kepresidenan menghilangkan jarak,' kata Cak Imin.
Baca lebih lajut »
Diskon Rokok Hambat Visi Jokowi Tingkatkan SDM IndonesiaPresiden harus memerintahkan Kemenkeu menghapus kebijakan diskon rokok.
Baca lebih lajut »
Benarkah Megawati keliru menekan Jokowi?Dalam sebuah negara demokrasi yang menganut sistem presidensial seperti di Indonesia saat ini, kekuasaan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan ...
Baca lebih lajut »