Jokowi: Lembaga Negara Harus Bergandengan Hadapi Ancaman Radikalisme News SidangTahunan SidangTahunanMPR PidatoKenegaraan PidatoPresiden2019 Jokowi
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan semua lembaga negara bersinergi mengentaskan kemiskinan, menekan ketimpangan, dan membuka lapangan kerja di Indonesia. Tak hanya itu, dia meminta agar lembaga negara kompak mencegah radikalisme dan terorisme."Bergandengan tangan menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Serta ikut serta melahirkan lebih banyak lagi SDM-SDM unggul yang membawa kemajuan bangsa," ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan bahwa setiap kritik keras yang disampaikan merupakan wujud kepeduliaan agar pemerintah bekerja keras lagi untuk rakyat. Dia menyebut dalam negara demokrasi, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. "Saya mengajak semua Lembaga-Lembaga Negara untuk membangun sinergi yang kuat guna menyelesaikan tugas sejarah kita. Mendukung lompatan kemajuan untuk mengentaskan kemiskinan, menekan ketimpangan dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya," ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Presiden Jokowi: Ego Lembaga Harus DiruntuhkanJokowi mengatakan ego sektoral antar-kementerian dan lembaga harus diruntuhkan agar lompatan-lompatan besar yang dicanangkan pemerintah bisa tercapai.
Baca lebih lajut »
Jokowi: Ego Lembaga Harus Diruntuhkan!Presiden jokowi meminta lembaga-lembaga negara meninggalkan ego sektoral. Kolaborasi harus dikedepankan. Begini ungkapan Jokowi: SidangTahunanMPR PidatoKenegaraan
Baca lebih lajut »
Jokowi Ajak Seluruh Lembaga Negara Selesaikan Tugas Sejarah'Saya mengajak semua lembaga-lembaga negara untuk membangun sinergi yang kuat guna menyelesaikan tugas sejarah kita,'
Baca lebih lajut »
Jokowi Ajak Lembaga Negara Tidak Alergi KritikJokowi mengingatkan lembaga negara tidak berpuas diri dan tidak anti terhadap kritik sebagai wujud kepedulian, agar bisa bekerja lebihkeras lagi untuk rakyat.
Baca lebih lajut »