Jokowi: Jangan Terjadi Lagi Jenazah Positif Covid-19 Direbut Keluarga 8ukasindo
"Jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas-jelas Covid oleh keluarga. Itu saya kira sebuah hal yang harus kita jaga tidak terjadi lagi setelah ini," ujarnya. .
Jokowi juga menyoroti penolakan tes Covid-19 oleh beberapa kalangan masyarakat. Menurutnya, penolakan tes yang terjadi di masyarakat karena kurangnya sosialisasi. "Kemudian pemeriksaan PCR maupun rapid test yang ditolak oleh masyarakat. Ini karena apa? Mungkin datang-datang pakai PCR, datang-datang rapid test. Belum ada penjelasan terlebih dahulu, sosialisasi dulu ke masyarakat yang akan didatangi. Sehingga yang terjadi adalah penolakan," pungkasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Gugus Tugas Covid-19: Tidak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19 di LebakSaat ini 10 pasien positif terjangkit Covid-19 telah dinyatakan sembuh, delapan orang berstatus dalam pemantauan, sementara satu orang meninggal dunia.
Baca lebih lajut »
Jokowi: Jangan Ada Lagi Ambil Paksa Jenazah yang Jelas-jelas Covid-19Jokowi menanggapi masih banyaknya keluarga yang mengambil paksa jenazah anggota keluarga mereka yang mengidap Covid-19.
Baca lebih lajut »
UPDATE: Berkurang 2, RSKI Pulau Galang Rawat 19 Pasien Positif Covid-19Secara keseluruhan terdapat 44 pasien yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit dadakan tersebut.
Baca lebih lajut »
Presiden Jokowi minta para menteri buat terobosan atasi COVID-19'.. sekali lagi, saya minta agar kita bekerja tidak linear. Saya minta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat dan terobosan itu diharapkan betul-betul berdampak pada percepatan penanganan ini, tidak datar-datar saja,' jokowi
Baca lebih lajut »
'Jika Ingin Kasus Covid-19 Turun Susun Punishment, Jangan Tunggu Masyarakat Sadar'Kini Jawa Timur menjadi wilayah dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Epidemiolog Sarankan Jokowi Ultimatum DKI dan Jatim Soal Penanggulangan Covid-19Epidemiolog Universitas Indonesia menyarankan Presiden Jokowi memberi peringatan terhadap Jakarta dan Jawa Timur untuk menangani Covid-19.
Baca lebih lajut »