Presiden Jokowi ingatkan jangan ada penyelewengan anggaran penanganan Covid-19.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh jajarannya agar tak ada satupun yang bermain-main terhadap anggaran percepatan penanganan pandemi Covid-19. Sebab, pemerintah telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penanganan pandemi ini, yakni Rp 695,2 T dan akan bertambah jika dibutuhkan.
Kendati demikian, ia meminta agar penegak hukum lebih mengedepankan aspek pencegahan. Sehingga jika ada potensi terjadinya pelanggaran hukum agar diingatkan terlebih dahulu."Aspek pencegahan harus lebih dikedepankan, jangan menunggu sampai terjadi masalah. Kalau ada potensi masalah segera ingatkan, tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi, ada mens rea nya ya harus ditindak. Silakan digigit saja," tegasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jokowi: Jangan Terjadi Lagi Jenazah Positif Covid-19 Direbut KeluargaPresiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar komunikasi kepada masyarakat terkait penanganan Covid-19 dilakukan dengan lebih...
Baca lebih lajut »
Jokowi: Jangan Ada Lagi Ambil Paksa Jenazah yang Jelas-jelas Covid-19Jokowi menanggapi masih banyaknya keluarga yang mengambil paksa jenazah anggota keluarga mereka yang mengidap Covid-19.
Baca lebih lajut »
Jokowi: Jangan Terjadi Lagi Perebutan Jenazah Pasien Covid-19Presiden Joko Widodo mengawasi adanya fenomena rebutan jenazah di rumah sakit selama pandemi Covid-19 ini. Jokowi
Baca lebih lajut »
Update Covid-19 di Indonesia, Presiden Jokowi: 'Jangan merasa normal-normal saja'Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari 55.000 orang pada Senin (29/06). Presiden menyatakan 'berbahaya sekali jika kita masih merasa normal-normal saja'. Sementara di dunia, Covid-19 masih terus bertambah hingga kini tembus 10 juta kasus.
Baca lebih lajut »
Di Jateng, Jokowi: Jangan Sampai Muncul Gelombang 2 Covid-19 |Republika Online'Jangan sampai tatanan baru new normal tidak melalui tahapan-tahapan yang benar.'
Baca lebih lajut »
Kunjungi Jateng, Jokowi: Jangan Sampai Muncul Second Wave Covid-19Ancaman Covid belum berakhir, kondisinya juga masih berubah-ubah.
Baca lebih lajut »