Pemda diminta tak terlena dengan angka kasus Covid-19 yang rendah di daerahnya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengingatkan kepala daerah agar meningkatkan kewaspadaannya dan tak terlena dengan angka kasus covid yang rendah di daerahnya. Ia meminta agar pandemi covid ini tak dianggap enteng baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Hal ini menanggapi jumlah kasus positif baru yang tembus hingga 2.657 kasus pada Kamis kemarin.
Tingginya kasus terkonfirmasi positif pada Kamis kemarin menjadi lampu merah bagi seluruh pihak. Jokowi mengatakan, penyebaran covid-19 di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung pada upaya pemerintah daerah dalam mengendalikannya. “Kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, hati-hati... Angkanya bisa bertambah banyak,” tambah Jokowi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Presiden ingatkan pemda Kalteng soal angka COVID-19'Kalau angka yang kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, manajemen krisis tidak dilakukan dengan tegas, rakyat tidak diajak semuanya untuk bekerja sama menyelesaikan ini, hati-hati angka bisa bertambah banyak,' kata Presiden jokowi
Baca lebih lajut »
Mendagri Dukung Pemda Terapkan Perda Covid-19 |Republika OnlinePerda dinilai penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19
Baca lebih lajut »
Wapres Ingatkan Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19 Tak Kembali Kuning atau MerahMa'ruf Amin mengingatkan daerah yang sudah berstatus zona hijau tidak kembali menjadi daerah kuning apalagi merah.
Baca lebih lajut »
Presiden Ingatkan Kepala Daerah Berhati-hati Buka Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19 - Tribunnews.comPresiden mengingatkan kepala daerah untuk berhati hati dalam membuka aktivitas sekolah pada masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal.
Baca lebih lajut »
Riset Ini Ingatkan Adanya Kerusakan Otak Akibat COVID-19Sebuah riset memperingatkan bahwa virus Corona mungkin bisa menyebabkan kerusakan pada otak. Hal ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Coronavirus via detikHealth
Baca lebih lajut »