“Debat silakan, debat gagasan, debat ide membawa negara ini lebih baik silakan. Tapi jangan sampai panas. Apalagi membawa politik-politik SARA. Tidak, jangan. Politisasi agama, tidak, jangan,” kata Presiden Jokowi.
Tangkapan layar - Presiden RI Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional ke-17 HIPMI, Surakarta, Jawa Tengah, Senin .
“Debat silakan, debat gagasan, debat ide membawa negara ini lebih baik silakan. Tapi jangan sampai panas. Apalagi membawa politik-politik SARA. Tidak, jangan. Politisasi agama, tidak, jangan,” kata Presiden Jokowi dalam Musyawarah Nasional ke-17 HIPMI, Surakarta, Jawa Tengah, Senin. Jokowi mengingatkan politisasi SARA akan sangat berbahaya bagi negara yang memiliki kondisi keberagaman seperti Indonesia.“Sekali lagi saya ingatkan kepada para capres dan cawapres, untuk membawa suasana politik kita menuju 2024 itu betul-betul paling banter hangat sedikit, syukur bisa adem,” kata dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Di Tangan Jokowi, Proyek Soekarno-Soeharto Ini Jadi KinclongPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan anak buahnya memoles sejumlah proyek megah warisan Soekarno dan Soeharto.
Baca lebih lajut »
Kaesang Sebut Persiapan Pernikahan Sudah 100 Persen, Pakai Adat Solo-JogjaPutra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep, menyatakan persiapan pernikahannya sudah 100 persen.
Baca lebih lajut »
Survei Voxpol: Pilihan Jokowi soal Capres Tak Begitu Pengaruhi RakyatPengaruh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbilang cukup rendah untuk mengarahkan publik kepada kandidat tertentu.
Baca lebih lajut »
Wejangan Jokowi, dan Gibran Jelang Pernikahan Kaesang & ErinaJelang pernikahan putranya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan penting kepada Kaesang Pangarep.
Baca lebih lajut »
Bukan Rusia-Ukraina, Ada Lagi yang Bikin Jokowi Was-was!Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai konflik yang kian memanas antara China dan Taiwan.
Baca lebih lajut »