Joe Biden Diperingatkan Bahwa Teror di Bandara Afghanistan Berpotensi Terulang TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta - Hal itu, kata mereka, mengingat proses evakuasi warga lokal maupun internasional di bandara Kabul mendekati selesai. 'Kemungkinan bakal terjadi serangan teror lagi. Beberapa hari ke depan akan menjadi periode paling berbahaya ,' ujar juru bicara Pemerintah Amerika, Jen Psaki, dikutip dari CNN, Jumat waktu setempat, 27 Agustus 2021. Diberitakan sebelumnya, bandara Kabul dihajar serangan bom bunuh diri pada Kamis kemarin.
Jen Psaki berkata, Militer Amerika menerapkan penjagaan maksimum di bandara Kabul sekarang untuk memastikan peristiwa teror serupa tak terulang. Selain itu, klaim Psaki, Militer Amerika mengungsikan ratusan - ribuan orang per jamnya. Per Jumat sore, sebanyak 4200 orang berhasil diungsikan dari Afghanistan. Rinciannya, 2100 diangkut dengan pesawat militer Amerika sementara sisanya diangkut oleh 29 pesawat sekutu Amerika.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Teror di Bandara Kabul, Joe Biden: Kami Akan Memburu Anda!Biden berbicara beberapa jam setelah ledakan yang menewaskan sedikitnya 13 tentara Amerika dan sejumlah warga sipil di Bandara Kabul Bandarakabul
Baca lebih lajut »
Joe Biden ke ISIS Dalang Bom di Afghanistan: Kami Akan Memburu Anda!Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji memburu dalang utama bom bunuh diri yang menewaskan 12 tentara Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan.
Baca lebih lajut »
Biden Janji Buru Dalang Aksi Teror di Bandara KabulUsai kabar kematian 13 tentara AS dalam teror Kamis lalu, Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan.
Baca lebih lajut »
Bom Bunuh Diri Bandara Kabul Hingga Biden Serang ISIS-KBom bunuh diri di Bandara Kabul, Afghanistan, sampai perintah Presiden Biden serang ISIS-K ramaikan kilas internasional Kamis (26/8).
Baca lebih lajut »
Ledakan bom ganda di luar bandara Kabul, Presiden Biden: 'Kami akan memburu Anda' - BBC News IndonesiaSeorang pejabat kesehatan senior Afghanistan kepada BBC mengatakan dua ledakan di bandar udara Kabul 'menewaskan setidaknya 60 orang, 140 lainnya luka-luka'. PBB, Taliban dan sejumlah negara mengecam keras.
Baca lebih lajut »