Presiden AS Joe Biden akan berbicara dengan Presiden China Xi Jinping imbas insiden balon mata-mata China.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joe Biden berencana untuk berbicara dengan Presiden China Xi Jinping untuk meredakan ketegangan akibat insiden penembakan balon mata-mata China.
"Kami tidak mencari Perang Dingin baru, tapi saya tidak meminta maaf. Kami akan bersaing [dengan China]," kata Biden dalam sambutannya di Gedung Putih seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat . Termasuk panggilan telepon yang berlangsung lebih dari dua jam ketika mereka saling berhadapan mengenai Taiwan Juli 2022. Biden dan Jinping juga bertemu agenda KTT G20 Bali pada bulan November silam
Joe Biden mengatakan benda-benda itu tidak terkait dengan insiden balon mata-mata dan kemungkinan terkait dengan usaha komersial atau penelitian. Sebaliknya, dia mengatakan otoritas penerbangan militer dan sipil AS telah melihat lebih banyak objek setelah menyetel sistem radar agar lebih sensitif setelah perjalanan lintas negara balon mata-mata asal China.
“Saya harap kita akan menyelesaikan masalah ini, tetapi saya tidak meminta maaf karena telah menembak balon itu,” ujar Biden.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Balon Mata-mata Hambat Upaya Xi – Biden di KTT G20 Bali, China Merespons TegasInsiden balon mata-mata menghambat upaya pemulihan hubungan bilateral antara Presiden Xi Jinping – Joe Biden di KTT G20 Bali, China merespons tegas
Baca lebih lajut »
Presiden Belarusia Ingin Pertemukan Biden dan PutinPemimpin Belarusia mengundang Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke Minsk, untuk dipertemukan dengan Putin.
Baca lebih lajut »
Penyelidikan Dokumen Rahasia Joe Biden, FBI Geledah Universitas Delaware |Republika OnlinePada 2011, Biden mendonasikan dokumen dan catatan pribadinya ke Universitas Delware.
Baca lebih lajut »
Pidato Pertama soal Penembakan UFO, Biden Tegaskan Tak Terkait Balon Mata-mata ChinaPresiden AS Joe Biden mengatakan pada Kamis (16/2/2023), tiga UFO yang ditembak jatuh kemungkinan tidak terkait dengan balon mata-mata China.
Baca lebih lajut »