Lebih penting menanyakan arah negara lima tahun ke depan daripada jatah menteri.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengaku tak akan menanyakan jatah kursi menteri ke Presiden terpilih Joko Widodo, jika ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Ia mengatakan, akan lebih mengutamakan arah Indonesia untuk lima tahun ke depan.
"Dengan infrastruktur yang ada di parlemen, Partai Golkar akan memotori dan mempelopori kebutuhan-kebutuhan regulasi yang memperlancar tugas-tugas pemerintah lima tahun ke depan," ujar Bamsoet. Dengan mengutamakan kemampuan dari kandidat, hal itu dapat memudahkan kerja pemerintahan era Jokowi-Ma'ruf Amin. Ketimbang memilih menteri dari parpol, demi hanya memuaskan kepentingan politik sejumlah pihak.
"Ke depan kita harus membicarakan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Ammin lima tahun ke depan, kita akhiri ini dan mengakomodir persaingan kemarin lewat proses rekonsiliasi, karena itu hak prerogatif presiden," ujar Bamsoet.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Intermeso Megawati: Capek Juga Jadi Ketum, Lama Lho Saya Jadi Ketum'Intermeso sedikit, haduh, capek juga ya jadi ketua umum. Lama loh, Pak, saya ketua umum ini,' kata Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Baca lebih lajut »
Darul Siska Tuding Majelis Etik Golkar Jadi Alat Airlangga Pertahankan Kursi KetumMantan Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Darul Siska mempersoalkan keberadaan Majelis Etik bentukan Airlangga Hartarto. Golkar
Baca lebih lajut »
Sekjen Sebut Megawati Beri Isyarat Kembali Jadi Ketum PDIPAtas berbagai dukungan dari daerah untuk kembali memimpin partai, Megawati Soekarnoputri disebut Sekjen PDIP beri isyarat akan memenuhi keinginan itu.
Baca lebih lajut »
Sekjen PDIP: Megawati Isyaratkan Jadi Ketum Lagi'Hanya tadi dikatakan Ibu Mega meminta agar seluruh kader benar-benar menunjukkan kedisiplinannya, menunjukkan keteladannya,' terang Hasto.
Baca lebih lajut »