Kemendikbudristek mengimbau para guru untuk mengenali kemampuan setiap siswa melalui asesmen diagnostik.
JawaPos.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendorong satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen. Cara ini penting untuk mengejar ketertinggalan siswa selama masa pandemi Covid-19 yang menjalani pembelajaran secara daring.
”Guru perlu melakukan asesmen diagnostik kepada semua peserta didik. Jadi, saat PTM, guru bisa menerapkan pembelajaran berbasis kemampuan murid,” kata Hasbi kepada wartawan, Sabtu . “Kurikulum Merdeka ini memiliki sejarah yang panjang di mana pada awal pandemi, Kemendikbudristek melakukan penyesuaian terhadap Kurikulum 2013 yang kemudian melahirkan Kurikulum Darurat,” imbuhnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jelang Liga 1, PSIS Semarang Dapat Dana Segar dengan Bergabungnya Sponsor BaruJelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2022/ 2023, PSIS Semarang mendapat suntikan dana setelah PSIS mendapat sponsor pendukung baru dari brand lokal.
Baca lebih lajut »
Jelang Liga 1 2022/2023, Perusahaan Lokal Semarang Jadi Sponsor Baru PSISPSIS Semarang mendapatkan satu sponsor baru dari salah satu perusahaan lokal. psissemarang
Baca lebih lajut »
Jelang Pindah ke Manchester United, Ajax Amsterdam Larang Lisandro Martinez Ikut LatihanAjax Amsterdam melarang Lisandro Martinez ikut latihan jelang kepindahannya ke Manchester United.
Baca lebih lajut »
Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20: Shin Tae-yong Diminta Sebar Pencari Bakat Cari Penyerang EksplosifPenyerang eksplosif menjadi pekerjaan rumah pelatih Timnas Indonesia U-19 Shin Tae-yong jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20 2023. Penyerang...
Baca lebih lajut »
Julianto Eka Dituntut 3 Hari Jelang Peringatan Hari Anak NasionalTuntutan terhadap Julianto Eka Putra itu terjadi tiga hari menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli.
Baca lebih lajut »