Rupiah melesat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari in
Federal Open Market Committee pada hari ini dan besok waktu AS.
Pelaku pasar berekspektasi The Fed dapat makin melunak, setelah krisis perbankan menghantui Negeri Paman Sam pada pekan lalu. Berdasarkan data CME Group terbaru,pelaku pasar melihat ada probabilitas sebesar 76%, The Fed akan menaikkan suku bunganya lagi sebesar 25 basis poin . Sementara 24% probabilitas sisanya melihat The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya.Seperti diketahui, AS guncang setelah Silicon Valley Bank , Silvergate Bank, dan Signature Bank tumbang sementara Eropa digoyang krisis Credit Suisse.
Namun, krisis sedikit mereda setelah bank sentral Swiss memberi pinjaman Credit Suisse sebesar US$ 54 miliar. Selain krisis, The Fed juga diproyeksi akan melunak karena inflasi AS melandai menjadi 6% pada Februari 2023, dari 6,4% pada Januari 2023..
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Puasa Nabi Adam, Daud dan Maryam Ibu Nabi IsaPuasa Nabi Daud termasuk puasa yang disunnahkan.
Baca lebih lajut »
Sejarah Puasa Membentang Seusia Perabadan Manusia, Ini Beda Puasa Islam dengan Umat BaheulaSejarah puasa membentang seusia perabadan manusia, ini beda puasa umat Islam dengan zaman heheula
Baca lebih lajut »
Bacaan Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Jelang Ramadan 2023Berikut ini adalah kumpulan doa ziarah kubur jelang puasa Ramadan tahun 2023.
Baca lebih lajut »
Keajaiban Jelang Bulan Ramadhan, Kesadaran Masyarakat untuk Minum Air Putih Saat Buka Puasa Meningkat DrastisEnam dari 10 masyarakat Indonesia berniat untuk minum air putih lebih banyak saat buka puasa dan sahur di bulan Ramadhan
Baca lebih lajut »
Jelang Rapat FOMC, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp15.341 per dolar ASRupiah dibuka menguat 0,12 persen ke level Rp15.341 perdagangan hari ini (21/3/2023) jelang rapat FOMC The fed pekan ini.
Baca lebih lajut »