Jejak Raja Thailand di Jawa

Indonesia Berita Berita

Jejak Raja Thailand di Jawa
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 172 sec. here
  • 4 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 72%
  • Publisher: 70%

Pada masa kolonial Hindia Belanda, Pulau Jawa tidak hanya jadi tujuan pelesir kaum bangsawan Eropa. Bangsawan Kerajaan Thailand ternyata juga kerap berkunjung ke Jawa. Ke mana saja dan apa yang dilakukan? Temukan jawabannya di TuturVisual AdadiKompas

Pada masa kolonial Hindia Belanda, Pulau Jawa menjadi tujuan pelesir kaum bangsawan Eropa. Terhitung Putra Mahkota Austro Hongaria, Franz Ferdinand; dan putra mahkota Wangsa Romanov, Pangeran Nicholas Alexandrovich Romanov yang kelak menjadi Tsar terakhir Rusia atau Nicholas II, pernah berkunjung ke Jawa, seperti tertulis dalam buku peringatanDi luar itu, keluarga Dinasti Chakri, penguasa Kerajaan Siam yang kini dikenal sebagai Kerajaan Thailand, juga cukup sering bertandang ke Jawa.

Salah satunya dengan kehadiran pasukan Makassar ke Siam yang kemudian dijadikan pengawal raja. Saat itu, Kerajaan Siam masih berpusat di Ayuthaya .Semasa itu, untuk mengurangi tekanan Barat terutama dari Inggris dan Belanda, yang hadir melalui kompeni dagang EIC di Kalkuta dan VOC di Batavia, tangan kanan Raja Phra Narai, yakni Constantine Phaulkon—seorang Yunani—membuka hubungan antara Siam dan Kerajaan Perancis di bawah Raja Louis XIV.

Semasa itu, Kelantan masih masuk wilayah Kerajaan Siam, sebelum Inggris melakukan intervensi yang membuat Kelantan, Trengganu, dan Kedah masuk wilayah British Malaya yang kini menjadi Malaysia. Dalam kunjungan ke Jawa yang dalam catatan Thailand disebut daerah pegunungannya cocok untuk beristirahat Raja Chulalongkorn, rombongan berkunjung ke sejumlah tempat, seperti Kebun Raya Bogor dan Garut. Di Garut, rombongan menginap di hotel milik Van Horck, yang berjarak sekitar 200 meter dari stasiun kereta api di mana bendera Belanda dan bendera Siam dikibarkan. Saat itu, suhu udara di Garut pada siang hari tercatat 24 derajat celsius.

Sebanyak 20 hari untuk perjalanan laut, yakni 9 hari dari Bangkok ke Batavia dan 11 hari perjalanan pulang dari Jawa ke Bangkok. Sisanya, sebanyak 60 hari berada di daratan Pulau Jawa. Selama 42 hari di antaranya dihabiskan di kota Bandung alias ”Parijs van Java”. Raja Chulalongkorn sendiri mencoba berolahraga dengan jalan kaki di pagi hari dari hotel ke alun-alun Bandung lalu berbelok ke arah kediaman Raden Tumenggung atau rumah Bupati Bandung, kemudian kembali dari sisi kiri Hotel Homman dan masuk hotel dari arah belakang.Grand Hotel Homman pada tahun 1920-an yang pernah menjadi tempat menginap Raja Chulalongkorn selama tinggal di Bandung.

Raja Chulalongkorn hari itu juga bertemu dengan pejabat Dinas Arkeologi Hindia Belanda yang menceritakan adanya temuan baru di dekat Candi Mendut. Baginda Raja secara khusus meminta dibuatkan cetakan aneka patung Buddha dari sekitar Candi Mendut. Sore itu, kondisi Pangeran Asdang berangsur membaik, tetapi ganti Putri Suddhadibya yang terkena serangan asma.

Pada 9 Juni 1901, Pangeran Asdang semakin kuat dan dapat mengunjungi rumah salah satu dokternya di Bandung. Diet khusus bagi Pangeran Asdang disiapkan untuk memperkuat kondisi ginjalnya.Lalu pada 12 Juni 1901, masih dalam suasana hujan deras di Bandung, seorang pedagang batik Pekalongan didatangkan ke Hotel Homman untuk melayani Raja Chulalongkorn berbelanja batik terbaik.

Pada 18 Juni 1901, kiriman rambutan, jambu air, dan jeruk khusus untuk Raja Chulalongkorn tiba dari Batavia. Keesokan harinya, Raja Chulalongkorn mengunjungi Masjid Agung dan Alun-alun Bandung. Berselang dua hari, tanggal 24 Juni 1901, kondisi Pangeran Rabi membaik dan direncanakan dapat pulang ke Bangkok saat Raja Chulalongkorn dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Yogyakarta dan Surakarta. Sepulangnya, rombongan kembali ke Bandung sebelum kemudian pulang ke Bangkok lewat pelabuhan Batavia.Berpuluh tahun kemudian, giliran putra Raja Chulalongkorn, Pangeran Paribatra, yang menghabiskan waktu bermukim di sebuah vila yang nyaman dan asri di pusat kota Bandung.

Pertalian hubungan dengan kota Bandung berawal dari kunjungan kedua Raja Chulalongkorn ke Jawa pada tanggal 9 Mei-12 Agustus 1896. Imtip Suharto menjelaskan, ada dua catatan resmi perjalanan tahun 1896 yang dibuat oleh Pangeran Sommot Amornparn.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Kasus Covid-19 Bertambah 12.408 pada 22 Agustus 2021, Jawa Timur TertinggiKasus Covid-19 Bertambah 12.408 pada 22 Agustus 2021, Jawa Timur TertinggiPemerintah melaporkan 12.408 kasus baru Covid-19 di Indonesia, Minggu (22/8/2021).
Baca lebih lajut »

Sandiaga: Jawa Barat Salah Satu Label Keberhasilan Penanganan CovidSandiaga: Jawa Barat Salah Satu Label Keberhasilan Penanganan CovidSandiaga Uno mengatakan Jawa Barat salah satu label keberhasilan dari penanganan Covid-19, karena BOR (Bed Occupancy Rate) di bawah 25 persen. TempoBisnis
Baca lebih lajut »

Keterisian Ruang Isolasi Rumah Sakit Jawa Barat MenurunKeterisian Ruang Isolasi Rumah Sakit Jawa Barat MenurunTingkat keterisian ruang isolasi (BOR) rumah sakit Jawa Barat mencatat angka tertinggi pada 28 Juni 2021, yakni 91,6 persen.
Baca lebih lajut »

IBI: 40% Kematian Ibu Hamil-Bersalin di Jawa Barat Akibat COVID-19IBI: 40% Kematian Ibu Hamil-Bersalin di Jawa Barat Akibat COVID-19Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Emi Nurjasmi menyebutkan bahwa 40% kematian ibu hamil juga pada saat bersalin di Jawa Barat akibat COVID-19....
Baca lebih lajut »

Percepatan Vaksinasi Covid-19 DIY Sasar Mahasiswa Asal Luar JawaPercepatan Vaksinasi Covid-19 DIY Sasar Mahasiswa Asal Luar JawaTarget mendapatkan kekebalan komunal lewat vaksinasi Covid-19 diharapkn segera terwujud karena Yogyakarta memiliki banyak mahasiswa.
Baca lebih lajut »

Sejumlah Pemkab di Jawa Tengah Terus Percepat VaksinasiSejumlah Pemkab di Jawa Tengah Terus Percepat VaksinasiBupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa vaksinasi yang dilangsungkan di Banyumas bakal dibuka mulai Senin hingga Sabtu (23-28/8) mendatang.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 04:32:48