Keikutsertaan santri dalam aksi 313 di Jakarta pada 2019 untuk membaca Alquran
REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya membantah anggapan mengeksploitasi santri untuk ikut aksi. Keikutsertaan para santri dalam aksi 313 di Jakarta pada 2019 adalah untuk membaca Alquran dan bermain nasyid.
"Lagi pula, mereka tidak teriak-teriak. Mereka hanya mengaji dan bermain nasyid, menghibur peserta aksi," kata dia, kepada Republika, Jumat . Kalau santri teriak-teriak, kata dia, baru itu dapat dikatakan radikal. Namun, saat itu santri hanya mengaji dan bermain nasyid.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ini Pernyataan LSI Denny JA terkait Prediksi Covid-19 Mereka |Republika OnlineLSI Denny JA menyebut mayoritas prediksi mereka terbukti.
Baca lebih lajut »
Adik Nazaruddin Usir Dirut Inalum, Denny Siregar: Dia tidak PahamBagi Denny, kasus Nasir memberi pesan bagi partai untuk menempatkan kader yang paham persoalan pada komisi-komisi yang ada di DPR.
Baca lebih lajut »
Polisi Tindak Lanjuti Laporan Terhadap Denny Siregar |Republika OnlinePolisi tindak lanjuti laporan terhadap Denny Siregar soal dugaan penghinaan santri.
Baca lebih lajut »
Ini Fakta Analisa Denny JA Soal KoronaAda lima prediksi dampak covid-19 yang telah diungkap ke publik relatif akurat. Masyarakat juga mesti terus mendapatkan informasi positif supaya tetap optimistis.
Baca lebih lajut »
Polres Tasikmalaya Janji Usut Denny Siregar atas PostingannyaSTATUS facebook Denny Siregar (Densi) kembali dianggap menghina umat Islam. Kali ini Densi dinilai menghina santri di Tasikmalaya. Sejumlah eleman masyarakat melaporkan kasus ini ke kepolisian dan polisipun kembali berjanji mengusut laporan tersebut.
Baca lebih lajut »
LSI Denny JA: Saat Masyarakat Terpuruk, Segera Cari Solusi dan Proaktif Beri Berita Gembira'Tularkan harapan, tentu yang berdasarkan hasil riset. Spirit ini yang berharga untuk terus ditumbuhkan.”
Baca lebih lajut »