Jateng Dapat Vaksin PMK 1.500 Dosis, Ini Daerah yang Diprioritaskan

Indonesia Berita Berita

Jateng Dapat Vaksin PMK 1.500 Dosis, Ini Daerah yang Diprioritaskan
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 soloposdotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 62 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 28%
  • Publisher: 51%

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng mendapat pasokan 1.500 dosis vaksin untuk penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak.

SOLOPOS.COM - Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan memberi tanda telah divaksin penyakit mulut dan kuku kepada seekor sapi ternak warga di Kandang Komunal Gapoktan Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu . Provinsi Jawa Tengah mendapat 1.500 dosis vaksin penangkal penyakit mulut dan kuku . Vaksinasi PMK di Jateng untuk hewan ternak pun bakal dimulai Kamis .itu diprioritaskan bagi ternak yang sehat, yang berada di pusat pembibitan dan sapi perah.

Agus menjelaskan, vaksinasi yang dilakukan ini merupakan tahap vaksin darurat. Nantinya, pada akhir Agustus, vaksinasi massal akan digenjot. “Kamis paling lambat, mungkin bisa lebih cepat kita wanti-wanti segera-segera, karena ini kan untuk pencegahan,” sebutnya. Ia mengatakan, alasan pemilihan target vaksinasi sudah melalui kajian. Untuk sapi perah menjadi prioritas, karena PMK sangat berpengaruh pada produksi susu. Sementara, untuk sapi potong, sapi lokal atau peranakan ongole , juga kerbau cenderung lebih kuat.Adapun, vaksinasi PMK diprioritaskan bagi daerah yang memunyai populasi sapi perah tinggi. Total jumlah populasi sapi perah di Jateng mencapai 141.395 ekor, dengan daerah tertinggi di Boyolali, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Klaten.

Sedangkan, untuk hewan yang telanjur sakit Agus menyebut harus disehatkan terlebih dahulu. Untuk program vaksinasi massal, Agus mengatakan akan dimulai pada akhir Agustus tahun ini. “Nanti akan ada petugas khususnya, di kabupaten juga disiapkan. Kita ada tim supervisi untuk memperkuat, kita hitung, kabupaten siap atau tidak. [Vaksinasi PMK] harus terprogram dan jangan menumpuk serta harus segera, sambil menunggu [vaksin] dari pusat,” jelasnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

soloposdotcom /  🏆 33. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ada PMK, Pedagang Sulit Dapat Sapi dan Biaya Perawatan Ternak NaikAda PMK, Pedagang Sulit Dapat Sapi dan Biaya Perawatan Ternak NaikRiko menjelaskan, pada kondisi normal, dalam seminggu ia bisa mendapatkan pasokan ternak sapi sebanyak 20 ekor. Sekarang setelah marak PMK, paling banyak ia hanya mendapat pasokan 10 ekor sapi.
Baca lebih lajut »

300 Dosis Vaksin PMK Disalurkan untuk Peternak di Malang |Republika Online300 Dosis Vaksin PMK Disalurkan untuk Peternak di Malang |Republika OnlineSebanyak 300 dosis vaksin penyakit mulut dan kaki disalurkan untuk peternak di Malang
Baca lebih lajut »

Produksi Susu Sapi Turun Akibat PMKProduksi Susu Sapi Turun Akibat PMKPenyakit mulut dan kuku (PMK)  yang menyerang hewan ternak seperti sapi juga membawa dampak bagi produksi susu sapi di Pujon, Kabupaten Malang.
Baca lebih lajut »

Pemkab Bogor catat 13 sapi mati karena PMKPemkab Bogor catat 13 sapi mati karena PMK'Kita tidak diam, dari tanggal 23 Mei sudah mengantisipasi adanya itu, di Jonggol kejadian ramai sampai petugas yang mengamankan kewalahan,' ungkap Plt Bupati Bogor.
Baca lebih lajut »

Terinfeksi PMK, Sapi Diberi Ramuan TradisionalTerinfeksi PMK, Sapi Diberi Ramuan TradisionalTujuh ekor sapi milik warga di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sembuh dari penyakit mulut dan kuku atau PMK usai diobati dengan ramuan tradisional.
Baca lebih lajut »

Wabah PMK Meluas di Bogor, 753 Sapi TerpaparWabah PMK Meluas di Bogor, 753 Sapi TerpaparHingga 10 Juni 2022, sebanyak 753 ekor hewan ternak yang terkena PMK, terdiri dari 524 sapi perah dan 229 sapi potong.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 01:02:46