Langkah pemerintah mencegah persebaran corona (covid-19) melalui rapid test menuai kritikan. Reaksi yang muncul tersebut...
“Kalau orang mau tes saja disuruh bayar, sementara anggaran kita banyak, apakah ini tidak lebih urgen dibandingkan lainnya? Kalau orang tidak tes, dikejar-kejar disuruh tes. Sementara orang mau tes disuruh bayar. Ini kan paradoks sebenarnya,” ujar Cholil Nafis, saat dikonfirmasi SINDOnews.com.
Selain itu, Irwan meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi dan aparat penegak hukum lain benar-benar mengawasi pelaksanaan anggaran penanganan Covid-19 yang sangat besar ini sehingga tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan. Direktur Indonesia Public Opinion Dedi Kurnia Syah juga mempertanyakan alasan pemerintah tetap membiarkan masyarakat membayar sendiri biaya rapid test."Bisa saja negara yang gagal mengalokasikan anggaran sekaligus gagal menertibkan praktik di lapangan," ujar Dedi kepada SINDOnews kemarin.
Sementara itu, Badan Pemeriksa Keuangan akan melakukan pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu terhadap pelaksanaan lima program pada penanggulangan pandemi Coronavirus Disease 2019 oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran penanganan korona membengkak dari Rp677,2 triliun menjadi Rp695,2 triliun. Penyebabnya yaitu melonjaknya kebutuhan korporasi hingga kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam memulihkan ekonomi pascapandemi.Tarif tes corona ternyata menjadi polemik berkepanjangan di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kemendikbud: Siswa Jangan Jadikan SMK Pilihan KeduaKemendikbud siapkan inovasi untuk SMK. Apa itu?
Baca lebih lajut »
DPR: Kampanye Pilkada dalam PKPU Jangan Terlalu Dibatasi |Republika OnlineLegislator mengatakan kampanye pilkada dalam PKPU jangan terlalu dibatasi.
Baca lebih lajut »
'Namanya Pemain Basket Suka Keringetan, kalau Pakai Handuk, Tolong Jangan Bareng-bareng..'Pemain klub bola basket Louvre Surabaya ini pun berharap protokol kesehatan tersebut diterapkan.
Baca lebih lajut »
Tips Membersihkan Debu pada Furnitur, Jangan Pakai Lap KeringMembersihkan debu furnitur dengan lap kering kontraproduktif, debu bisa kembali lagi serta berisiko merusak lapisannya. Jadi, ikuti tips ini.
Baca lebih lajut »
Fahri Hamzah Sentil Pejabat Negara, Jangan Dikritik Dikit Lapor Polisi - Tribunnews.comMenurut Fahri Hamzah, riuh keruh perdebatan, saling kritik dan hujat di media sosial tidak perlu disikapi secara belebihan oleh pemerintah.
Baca lebih lajut »
Jangan Lengah Kasus Baru Covid-19 Masih Tinggi |Republika OnlineTotal akumulasi kasus baru positif Covid-19 saat ini adalah 45.029 orang.
Baca lebih lajut »