Pengembangan lahan sorgum bisa jadi wilayah destinasi wisata pertanian.
REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, berupaya mengembangkan bahan pangan alternatif selain padi. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat. Baca Juga Jenis komoditas yang dikembangkan adalah sorgum. Lokasi pengembang salah satunya berada di Zona Ketahanan Pangan yang berada di Kelurahan Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Fahmi menuturkan, sorgum bisa menjadi 15 olahan dengan nilai ekonomi tinggi. Jika warga merasa asing dengan sorgum, maka tinggal disosialisasikan olahan sorgum lebih lanjut kepada masyarakat. Penanamannya pun bisa dilakukan di lahan sempit.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Awasi Penyaluran Bantuan Sosial, KPK Buat Aplikasi Jaga BansosSalah satu yang disorot KPK berkaitan dengan bantuan sosial yaitu tdak tepat sasaran dalam pendistribusian bantuan.
Baca lebih lajut »
8 Makanan yang Ampuh Mengatasi Badan Lemas, Jaga Stamina8 Makanan yang Ampuh Mengatasi Badan Lemas, Jaga Stamina: Makanan yang ampuh mengatasi badan lemas bisa menjaga tubuh tetap bertenaga.
Baca lebih lajut »
Terapkan Jaga Jarak Fisik, Mal Senayan City Batasi Jumlah Orang di Area ToiletIni merupakan bagian dari protokol kesehatan yang disiapkan untuk mencegah penularan Covid-19 di area mal.
Baca lebih lajut »
Dokter Reisa Ingatkan Pentingnya Jaga Jarak untuk Turunkan Risiko Penularan Covid-19Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa jaga jarak atau physical distancing bisa menurunkan risiko penularan Covid-19...
Baca lebih lajut »
PDIP Tetap Jaga Mesin Partai di Daerah'Mesin partai harus tetap berjalan di masa pandemi. Salah satunya, mempersiapkan Pilkada Serentak yang akan digelar 9 Desember 2020, dengan aman dari virus.'
Baca lebih lajut »
Jaga Jarak, KPU Bengkulu Tiadakan Validasi Coklit di LapanganKomisioner KPU Provinsi Bengkulu, Darlinsyah di Bengkulu, mengatakan, kegiatan validasi daftar pemilih menggunakan Coklit tidak lagi atau dilarang secara door to door ke rumah warga.
Baca lebih lajut »