Jadi Mata-mata Rusia, Eks Satpam Kedubes Inggris Dibui 13 Tahun Sindonews BukanBeritaBiasa .
David Smith, mantan satpam di kedutaan Inggris di Jerman, termotivasi oleh dukungannya kepada presiden Rusia, Vladimir Putin, dan kebenciannya terhadap Inggris ketika dia mulai mengumpulkan dokumen rahasia pada tahun 2018.
Polisi melancarkan penyelidikan setelah surat kedua Smith kepada atase militer di kedutaan Rusia pada November 2020 ditelusuri kembali kepadanya. Dalam operasi penyamaran pada Agustus 2021, dua petugas yang menyamar dikerahkan sebagai pembelot dan petugas intelijen palsu Rusia. Smith mengaku bersalah atas delapan dakwaan berdasarkan Undang-Undang Rahasia Negara dengan melakukan tindakan yang merugikan keselamatan atau kepentingan negara.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Setelah Marak Balon Mata-mata China, Kini Ukraina Klaim Balon Rusia Masuk Wilayah KievUkraina mengklaim bahwa unit pertahanan udaranya mendeteksi adanya belasan balon yang diluncurkan oleh Rusia, di atas ibu kota Kiev.
Baca lebih lajut »
Lagi Musim Balon Mata-Mata, Ukraina Tembak Jatuh Punya RusiaUnit pertahanan Ukraina dilaporkan telah telah mendeteksi setengah lusin balon, yang tampaknya diluncurkan oleh Rusia.
Baca lebih lajut »
Cina Balik Tuduh AS Terbangkan Balon Mata-Mata di Wilayah Xinjiang dan Tibet |Republika OnlineBalon mata-mata AS telah terbang di atas wilayah udara Cina tanpa izin sejak Mei 2022
Baca lebih lajut »
Daftar 6 Perusahaan Teknologi China yang Masuk Daftar Hitam AS Imbas Balon Mata-MataAS memblacklist 6 perusahaan China usai muncul kasus balon mata-mata di wilayah Amerika.
Baca lebih lajut »