Perajin sepatu di Kawasan Cibaduyut tersisa 50 orang dan tidak adanya regenerasi
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi masalah regenerasi perajin sepatu Cibaduyut, Kota Bandung. Disperindag Jawa Barat mencatat jumlah perajin sepatu di Kawasan Sentra Cibaduyut tersisa 50 orang dan tidak adanya regenerasi membuat jumlah perajin sepatu Cibaduyut semakin menurun.
Baca Juga Iendra menuturkan dokumen perencanaan untuk pengembangan IKM di Jawa Barat tersebut mencakup berbagai aspek IKM dari hulu sampai hilir."Selama ini Jawa Barat itu punya komoditas apa, kita punya bahan baku apa, punya kemampuan apa, sisi lain marketing maunya apa. Ini yang akan disiapkan ke depan," kata dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Lepas PPKM, Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Alami PeningkatanUntuk terus mendorong industri pariwisata, ke depan, pemerintah akan menambah jumlah penerbangan di kawasan-kawasan favorit
Baca lebih lajut »
Jabar Disebut Provinsi Intoleran, Ridwan Kamil: Tidak Bisa Disimpulkan Begitu |Republika OnlineGubernur Ridwan Kamil sebut Jabar tidak bisa disimpulkan sebagai provinsi intoleran.
Baca lebih lajut »
Polda Jabar Tegaskan Tidak Kaitkan Skandal Kompol D di Kasus Kecelakaan Cianjur |Republika OnlineSkandal Kompol D dan N diduga langgar Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.
Baca lebih lajut »
ASEAN Jadi Kawasan dengan Ekonomi Terbesar Kelima di Dunia | merdeka.comKetua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, Asia Tenggara atau ASEAN tidak lagi menjadi pemain pinggiran dalam ekonomi global. Arsjad menilai, ASEAN telah bertransformasi menjadi kawasan dengan basis ekonomi yang kuat dan penting di dunia.,Pertumbuhan Ekonomi,ASEAN,KADIN,Ekonomi Indonesia,KILAS,Jakarta
Baca lebih lajut »
MAMI sebut kawasan Asia akan resilien di tengah gejolak global 2023Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Andrian Tanuwijaya mengatakan kawasan Asia akan relatif resilien di tengah berbagai ...
Baca lebih lajut »