Sejumlah warga Muslim Australia berkunjung ke Indonesia dalam program pertukaran Muslim antarkedua negara. Mereka ingin memperdalam berbagai hal soal Islam dan komunitas di Indonesia untuk bisa diterapkan di Australia.
Dosen dan para pengajar Universitas Islam Internasional Indonesia berdiskusi dengan 14 peserta Program Pertukaran Muslim Australia-Indonesia atau Australia-Indonesia Muslim Exchange Program 2023 di Kampus UIII Cisalak, Depok, Jawa Barat, Kamis .
Di atas semua itu, kata Zezen, yang terpenting adalah dialog terbuka antarpemikiran agar tercipta atmosfer saling memahami.Muncul juga sejumlah pertanyaan lain mengenai Islam dan sikap antikorupsi hingga bagaimana sistem pendidikan Islam di Indonesia, mulai dari taman kanak-kanak hingga universitas. Semuanya dijawab dengan cukup fasih oleh para narasumber yang hadir di ruangan pertemuan tersebut.
Abrar Ahmad, misalnya. Laki-laki berdarah Bangladesh ini sejak usia 12 tahun tinggal di Australia. Meski memiliki aksen Australia dan sudah dua dekade menetap di Negeri Ka- nguru itu, tetap saja saat ia bertemu dengan warga Australia dari kota atau provinsi lain, identitasnya dipertanyakan. “Karena saya kulit berwarna,” ujarnya sambil tersenyum.Sebagai warga minoritas di Australia, Ahmad dan keluarganya sering terkena dampak oleh peristiwa-peristiwa kekerasan yang dikaitkan dengan Islam.
Meski begitu, dia masih ingin belajar mengenai keislaman, seperti yang diperlihatkan di Indonesia. Ia mendapat kabar, penganut kepercayaan dan umat beragama di Indonesia dapat hidup berdampingan. “Ini indah,” kata Ahmad. Islam di Indonesia tidaklah berbeda dengan Islam di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya di dunia. Akan tetapi, corak pemahaman Islam yang dianut mayoritas Muslim di Indonesia adalah Islam moderat atau juga sering diistilahkan dengan Islam wasathiyah.
“Islam di Indonesia tidak datang ke sebuah ruangan kosong. sudah ada kepercayaan yang jauh lebih tua di sini. Itu membuat Islam di Indonesia sangat akomodatif,” katanya.Lucas Hainsworth, Ketua Dewan Sekolah Dasar Orchard Park di Melbourne yang turut serta dalam program AIMEP, mengatakan, di tengah dinamika global, terutama di negara-negara mayoritas berpenduduk Muslim, Indonesia harus memainkan perannya lebih baik.