Beyond the Breaking News

Investasi Rp 100 ribu, Tani Fund Jaring Investor Individu |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Investasi Rp 100 ribu, Tani Fund Jaring Investor Individu |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Dana para investor akan diberikan kepada petani yang menghasilkan komoditas pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fintech peer to peer lending Tani Fund bakal terus memperbanyak investor individu untuk ikut dalam program pembiayaan petani yang dikelola oleh Grup Tani Hub. Hal itu ditempuh dengan menurunkan batas minimal investasi dari semula Rp 5 juta menjadi hanya Rp 100 ribu per investor individu.

Baca Juga Direktur Tani Fund, Edison Tobing, mengatakan, berinvestasi lewat Tani Fund berbeda dengan fintech peer to peer lending lainnya di Indonesia. Sebab, dana yang diperoleh dari para investor akan diberikan kepada petani yang akan menghasilkan komoditas pangan. Komoditas tersebut pun akan dibeli oleh Tani Hub dan dipasarkan langsung melalui platform e-commerce. Para investor juga bisa memilih langsung proyek pertanian yang ingin diikuti lengkap dengan informasi prospek bisnis, waktu pelaksanaan, dan imbal hasil. "Sejauh ini kita lebih banyak lender individu yang ikut minimal mulai dari Rp 100 ribu hingga ratusan juta," kata Edison dalam diskusi virtual bersama media, Jumat . Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 2.200 investor individu yang telah menanamkan modalnya di Tani Fund untuk berbagai proyek pertanian yang digarap. Selain itu, terdapat pula lima investor institusi, dua di antaranya perbankan. Imbal hasil dari investasi juga cukup menarik, yakni berkisar 12 persen-18 persen per tahun melalui skema yang adil untuk investor maupun petani. Sementara itu, Vice President Corporate Service Tani Hub Group, Astri Purnamasari, mengatakan, awal mula Tani Fund berdiri, minimal nilai investasi adalah Rp 5 juta. Namun seiring berjalannya waktu dengan sosialisasi yang masif, banyak generasi muda hingga mereka yang masih duduk di bangku kuliah ingin berinvestasi. Namun, minimal investasi dinilai masih mahal."Akhirnya kita turunkan jadi Rp 3 juta, turun lagi, Rp 1 juta, lalu Rp 500 ribu, dan terakhir Rp 100 ribu sudah bisa investasi. Jadi bisa semakin banyak orang yang bisa masuk ke pertanian," ujar Astri.BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Nikita Mirzani Ungkap Pernah Dapat Rp 1,8 M dari Endorsement Saat Berseteru dengan Elza SyariefNikita Mirzani Ungkap Pernah Dapat Rp 1,8 M dari Endorsement Saat Berseteru dengan Elza SyariefPresenter Nikita Mirzani mengungkapkan penghasilannya selama satu bulan kepada YouTuber Atta Halilintar.
Baca lebih lajut »

Perampok Bersenjata Gasak Rp 26 Juta di Mini MarketPerampok Bersenjata Gasak Rp 26 Juta di Mini MarketPelaku kemudian meminta kedua saksi untuk menunjukkan di mana posisi brangkas sambil membuang tembakan sebanyak tiga kali.
Baca lebih lajut »

Triwulan I 2020, BCA Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp 6,6 TriliunTriwulan I 2020, BCA Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp 6,6 TriliunPT Bank Central Asia Tbk. atau BCA dan entitas anak usaha membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 6,6 triliun hingga akhir triwulan I 2020 di tengah pandemi Corona dan berbagai tantangan ekonomi.
Baca lebih lajut »

Asuransi Sinar Mas Kantongi Laba Rp 699,9 Miliar |Republika OnlineAsuransi Sinar Mas Kantongi Laba Rp 699,9 Miliar |Republika OnlinePerolehan premi asuransi Sinar Mas meningkat 46,9 persen.
Baca lebih lajut »

BCA Lakukan Restrukturisasi Kredit Rp 82,6 Triliun |Republika OnlineBCA Lakukan Restrukturisasi Kredit Rp 82,6 Triliun |Republika OnlineDiperkirakan ada potensi kenaikan restrukturisasi kredit beberapa bulan ke depan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-06-09 11:11:24