Taksi daring diharapkan bisa masuk ke kawasan ganjil-genap.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas penerapan ganjil-genap untuk kendaraan pribadi, kecuali taksi berpelat kuning. Hanya saja, Gojek sebagai taksi daring berpelat hitam berharap tak terkena sistem ganjil-genap tersebut.
Baca Juga Untuk itu, Panji menyatakan sangat mendukung jika taksi daring bisa masuk ke kawasan ganjil-genap. Dengan begitu, penerapannya sama dengan taksi berplat kuning yang bisa masuk ke kawasan ganjil-genap. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengungkapkan taksi daring mengharapkan masuk ke kawasan ganjil-genap. Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan saat ini sudah menerima surat dari management taksi daring yang meminta bisa masuk ke kawasan ganjil-genap.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Soal Demo GoCar di Semarang, Gojek Tanggapi IniDemonstrasi ratusan pengemudi GoCar berlangsung ricuh di Semarang
Baca lebih lajut »
Ini Respons Hanura Kubu Bambu Apus Terkait Putusan MAKetum kubu Bambu Apus Daryatmo berpandangan sengketa Partai Hanura belum selesai.
Baca lebih lajut »
Mau Digugat Azas Tigor, Ini Respons PT KCIAzas Tigor Nainggolan berencana menggugat PT KCI dan PLN untuk mengganti biaya perjalanan sebesar Rp 5.000 akibat insiden pemadaman listrik.
Baca lebih lajut »
Doa di Kakbah Terkabul, Driver Taksi Online Ini Sukses Berkat GojekBerlodeski pernah mengalami kebangkrutan dari perusahaan event organizer yang ia rintis selama lima tahun. Ia lalu memutuskan bergabung menjadi mitra Gocar. Begini kisahnya: Gojek via detikinet
Baca lebih lajut »
Moeldoko Tutup Dialog dengan FPI, Ini Respons MunarmanMunarman mengaku telah menjelaskan soal ideologi FPI yang sempat jadi perhatian.
Baca lebih lajut »
Soal Pemadaman Listrik, Ini Catatan Para Pengamat untuk Kinerja PLNPadamnya listrik Jakarta membuat keresahan publik. Bagaimana catatan para pengamat melihat kinerja PLN.
Baca lebih lajut »