Liga 1 musim 2021-2022 yang rencananya digelar mulai Juli 2021 yaitu berlangsung bubble to bubble, total 306 laga dan ada promosi-degradasi.
atau gelembung ke gelembung, dijelaskan Iwan, akan membagi Liga 1 menjadi enam seri yang digelar di tiga klaster di Pulau Jawa dan, proyeksinya masih tanpa penonton.Klaster pertama meliputi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta. Klaster kedua yaitu Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, lalu klaster ketiga Jawa Timur.
Nantinya, seri satu akan berlangsung di klaster pertama, seri dua di klaster kedua, seri ketiga di klaster ketiga. Lalu berlanjut ke seri keempat yang tetap di klaster ketiga, lalu seri kelima di klaster kedua dan seri keenam atau terakhir kembali lagi ke klaster pertama. "Setelah menyelesaikan satu seri yang berlangsung sekitar 1,5 bulan, setiap tim mendapatkan libur beberapa minggu untuk berlatih dan bisa juga menghilangkan kejenuhan. Kemudian, mereka bertanding lagi di seri berikutnya," tutur Iwan.
Selama berkompetisi, dia melanjutkan, klub-klub akan tinggal di hotel yang berada di klaster pertandingan dengan biaya ditanggung PT Liga Indonesia Baru . Hal itu memudahkan PSSI dan LIB untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.Iwan pun menambahkan bahwa jadwal Liga 1 2021-2022 sepertinya mundur dari rencana menjadi 10 Juli 2021.Sementara soal promosi-degradasi, hal itu sebelumnya sudah disepakati oleh PSSI akan tetap ada di Liga 1 dan 2.
Akan tetapi, Direktur Operasiomal LIB Sudjarno menyebut bahwa belum diputuskan tentang berapa jumlah klub yang akan degradasi dari Liga 1 dan promosi dari Liga 2.Berikut format seri di Liga 1 Indonesia musim 2020-2021.Klaster 3: Jawa Timur.Seri Ketiga: Jawa Timur .Seri Keenam: Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta.