Saat ini, bisnis menyewakan kos-kosan merupakan salah satu investasi dengan prospek yang cukup baik.
Liputan6.com, Jakarta- Harganya naik mengikuti inflasi, jadi rasanya bisa diandalkan untuk menjadi penghasilan pasif setiap bulan.Baca Juga Ada hal-hal penting yang harus kita perhatikan agar bisnis ini berjalan lancar.
Tentu, kita juga harus berhati-hati agar tidak membuat kesalahan di awal bisnis. Nah, jika ingin memulai bisnis kos-kosan, menurut Swara Tunaiku, hindari 7 kesalahan berikut supaya bisnismu berjalan lancar! 2 dari 8 halaman1. Menganggap remeh perencanaan bisnisSebagai pengusaha, hal pertama yang harus kamu miliki adalah perencanaan. Beberapa hal pertama yang harus dipikirkan misalnya seperti bentuk gedung atau rumah kos-kosan, fasilitas yang ingin disediakan, dan target pasar yang disasar. Lantas, masuk ke hal yang lebih detail. Seperti, biaya pembangunan atau renovasi, tarif sewa yang dipatok, perkiraan waktu balik modal, dan lain-lain. Jangan sekadar menerima bayaran setiap bulan saja tanpa tahu progres keuangan, atau bahkan merugi. 3 dari 8 halaman2. Merasa bisa mengerjakan semua sendiriKesalahan umum seorang pebisnis amatir adalah mengerjakan semua hal sendiri. Mandiri tentu boleh, tapi seorang pebisnis amatir hendaknya memiliki asisten yang bisa dipercaya untuk membantu eksekusi sehari-hari. Tujuannya, agar si pebisnis bisa fokus untuk mengembangkan bisnis. Anda cukup datang sesekali untuk memerika keadaan kos dan menerima pembayaran. Tidak perlu memikirkan hal-hal kecil lainnya karena sudah ditangani oleh asisten. 4 dari 8 halaman3. Tidak beriklanBeriklan tidak harus mengeluarkan uang. Zaman kini sudah banyak media online gratis untuk memasarkan kos-kosan seperti OLX atau situs khusus pencari kos dan rumah sewa. Tulis dengan detail mengenai keunggulan, fasilitas, dan harga sewa kos. Jangan lupa sertakan foto yang bagus dan menarik. Beriklan itu penting karena jika hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut, tentunya tidak cukup. Dengan mengiklankan kos-kosan ke internet, jangkauan pemasaran jadi jauh lebih luas. Apalagi, saat ini orang-orang lebih mengandalkan mencari info kos melalui internet. 5 dari 8 halaman4. Tidak memperhatikan harga pasaranSebelum menentukan harga sewa kos-kosan, sebaiknya cek harga pasaran supaya tarif sewa yang ditentukan tidak terlalu murah atau mahal. Harga pasaran ini bisa diketahui dari mesin pencari Google, atau melalui situs pencari rumah sewa. Cek juga juga fasilitas apa yang ditawarkan oleh kompetitor supaya tahu perbandingannya lebih detail. 6 dari 8 halaman5. Melakukan perjanjian hanya secara lisan dengan stakeholderMayoritas perjanjian penyewaan kamar antara pemilik dan penyewa dilakukan hanya dengan lisan. Tanpa ada MoU atau hitam di atas putih. Padahal, perjanjian tertulis itu sangat penting karena bisa melindungi kedua belah pihak. Dengan begitu, pihak-pihak terkait, baik itu penyewa, karyawan, maupun pemilik kos akan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan hak dan kewajibannya. 7 dari 8 halaman6. Tidak memaksimalkan keuntunganMeskipun bisnis utama yang dijalankan adalah kos-kosan, bukan berarti pendapatan hanya dari uang sewa. Maksimalkan pendapatan melalui bisnis sampingan yang menunjang, seperti jasa laundry, katering, atau menjual voucher wifi. Tidak sekadar menambah pendapatan, penghuni kos pun pasti puas dan tambah nyaman bisa mendapatkan fasilitas tambahan selain kamar. Ujung-ujungnya, mereka akan menjadi penghuni kos yang loyal dan enggan pindah. 8 dari 8 halaman7. Bisnis tidak dikelola secara efektifPemilik kos sebaiknya mengikuti perkembangan teknologi untuk mempermudah penyewa dan pemilik. Misalnya, pembayaran sewa tidak harus cash, tapi bisa ditransfer melalui internet banking. Untuk memperlancar komunikasi, gunakan media komunikasi, seperti WhatsApp atau Line dengan para penyewa untuk menerima keluhan dan saran perbaikan fasilitas.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Iman Brotoseno ingin ajak publik berpartisipasi dalam TVRIIman Brotoseno mengatakan akan mengajak publik berpartisipasi dalam penyelenggaraan siaran serta partisipasi dalam pengawasan organisasi media TVRI. imanbr TVRI
Baca lebih lajut »
Pemerintah Kejar Tes Corona di Luar DKI, Ingin Nihil ODP-PDPBappenas menyebut perlu ada peningkatan tes Corona di luar DKI Jakarta agar sesuai standar WHO, sehingga tak ada lagi istilah PDP-ODP.
Baca lebih lajut »
Iman Brotoseno Ingin Ajak Publik Berpartisipasi dalam TVRI |Republika OnlineIman mengatakan pada era digital, ia tidak akan bisa menutupi siapa dirinya.
Baca lebih lajut »
Ingin Buka Pariwisata Saat 'New Normal', Jokowi Akui Risikonya Besar'Ini risikonya besar. Begitu ada imported case, kemudian ada dampak kesehatan, maka citra pariwisata yang buruk akan bisa melekat dan akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya lagi,' | Nasional
Baca lebih lajut »
Aziz Ingin Tiongkok-India Selesaikan Konflik dengan Kepala DinginIsu yang berkembang saat ini di berbagai Media sedang terjadi eskalasi peningkatan aktivitas militer paska bentrok antara kedua belah pihak.
Baca lebih lajut »
Pilkada Desember, Kemendagri tak Ingin Ada Kepala Daerah Plt |Republika OnlinePejabat kepala daerah harus memiliki legitimasi melalui proses pemilihan.
Baca lebih lajut »




