Tanpa akses yang cukup untuk pasokan darah, banyak orang tidak akan menjalani prosedur transfusi darah yang menyelamatkan nyawa mereka.
Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA Dr. Peter Marks mengatakan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan darah AS.
Pusat donor telah mengalami pengurangan dramatis dalam donasi karena penerapan jarak fisik dan pembatalan pendonoran darah.Meskipun terdapat langkah-langkah penguncian fisik, sangat penting bahwa orang terus menyumbangkan darah.Baca juga:
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Beredar Isu Filter Rokok Mengandung Darah Babi, Ini PenjelasannyaIni penjelasan lengkap BPOM terkait isu adanya kandungan protein darah babi dalam filter rokok. Darahbabidifilterrokok
Baca lebih lajut »
Erdogan dan Trump Bersepakat soal Pertumpahan Darah di TurkiPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan dirinya membahas konflik di Libya dengan Presiden AS Donald Trump dalam percakapan telepon, Senin (8/6). KonflikLibya
Baca lebih lajut »
Diduga Korban Begal, Pemuda Ditemukan Bersimbah Darah di Tengah JalanSeorang pemuda asal Surabaya ditemukan terkapar di Jalan Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ada dugaan pemuda tersebut...
Baca lebih lajut »
Rupiah Kurang Darah, Melemah ke Rp13.887 per Dolar ASRupiah melemah tipis 0,02 persen ke level Rp13.887 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (9/6) pagi.
Baca lebih lajut »
Banjir Darah di Kashmir, Empat Tewas Diberondong Tentara IndiaBaku tembak kembali terjadi di wilayah Kashmir yang dikuasai India, Senin (8/6). Hasilnya, empat anggota kelompok militan tewas tertembus timah panas tentara India. Kashmir
Baca lebih lajut »
Rutin Cuci Darah, Welminah Bersyukur Ada Program JKN-KISWelminah mendapat manfaat langsung jadi peserta JKN-KIS setelah didiagnosa menderita gagal ginjal kronis.
Baca lebih lajut »