Inflasi di Amerika Serikat (AS) yang terus menunjukkan penurunan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga
Rilis data tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan depan menurun. Data terbaru dari perangkat FedWatch milik CME Group menunjukkan pelaku pasar kini melihat probabilitas sebesar 9% The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% - 5,5% pada 14/15 Juni mendatang.Analis pasar senior Oanda, Ed Moya mengatakan ke depannya inflasi masih akan terus menurun, tetapi untuk mencapai 2% akan cukup sulit.
"Inflasi seharusnya terus menurun dalam beberapa bulan ke depan, tetapi untuk mencapai 2% lagi akan cukup sulit melihat pasar tenaga kerja yang kuat," kata Moya sebagaimana dilansirPada Jumat malam lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan sepanjang April perekonomian Amerika Serikat mampu menyerap 253.000 tenaga kerja di luar sektor pertanian . Angka tersebut jauh lebih tinggi dari estimasi Wall Street sebanyak 180.000 orang.
Tingkat pengangguran turun menjadi 3,4% dari bulan sebelumnya 3,5%. Padahal, Wall Street memproyeksikan naik menjadi 3,6%. Tingkat pengangguran 3,4% ini menyamai rekor terendah sejak 1969., lebih tinggi dari ekspektasi 0,3% sekaligus tertinggi dalam satu tahun terakhir. SecaraDalam kondisi normal, pasar tenaga kerja yang kuat dengan rata-rata upah yang tinggi tentunya menjadi kabar baik. Tetapi, dalam kondisi"perang" melawan inflasi hal itu menjadi buruk bahkan bisa sangat buruk.
Rata-rata upah per jam yang masih naik tinggi tentunya membuat daya beli masyarakat tetap kuat. Alhasil, inflasi menjadi sulit turun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Nasdaq Menguat 1% Setelah Data Inflasi AS Lebih MelandaiBursa AS Wall Street termasuk Nasdaq ditutup menguat pada Rabu (10/5/2023) karena investor beralih ke saham teknologi setelah laporan inflasi AS.
Baca lebih lajut »
Video: Inflasi AS Melandai, IHSG Bisa Lanjut Menguat?Inflasi AS Melandai, IHSG Bisa Lanjut Menguat?
Baca lebih lajut »
Menanti Laporan Inflasi Amerika Serikat, Rupiah Melemah ke 14.757 per Dolar ASNilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal perdagangan Selasa, melemah seiring pasar menantikan laporan inflasi Amerika Serikat (AS) April 2023.
Baca lebih lajut »
Harga emas terkerek 9,70 dolar AS menjelang rilis data inflasi ASHarga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang kenaikan hari kedua ketika pedagang menunggu lebih banyak isyarat ekonomi AS, ...
Baca lebih lajut »
Dolar AS naik tipis, pasar tunggu pembicaraan pagu utang, data inflasiNilai tukar dolar AS naik tipis terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pedagang melihat ...
Baca lebih lajut »
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini (10/5) Jelang Rilis Data Inflasi ASRupiah berisoko melemah pada perdagangan hari ini (10/5/2023) pada rentang 14.700-Rp14.800 di tengah keperkasaan dolar AS jelang rilis data inflasi pekan ini.
Baca lebih lajut »