Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Pemerintah menargetkan untuk bisa mengeliminasi penyakit itu pada tahun 2030.
Kementerian Kesehatan, Kamis , melaporkan dataTBC di Indonesia tahun 2020 menunjukan sebagian besar kasus penyakit itu terjadi pada usia produktif.yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. TBC umumnya menyerang paru-paru.
“Saya memahami bahwa Indonesia termasuk negara yang tertinggi dari penderita TBC sehingga itu menjadi cita-cita dan target kami untuk bisa menurunkan nama Indonesia dari list negara tertinggi yang terkena TBC dan sekaligus mencapai target eliminasi TBC di tahun 2030,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam webinar Peluncuran Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis, Kamis .
“Strategi dan rencana intervensi sudah disusun. Sekarang adalah bagaimana caranya kita memastikan semua strategi dan intervensi tersebut dilakukan terutama di masa COVID-19 ini,” jelas Budi Gunadi Sadikin.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Target Menkes Menurunkan Indonesia dari Daftar Kasus Tuberkulosis Tertinggi Kedua DuniaBerdasarkan Global Tuberculosis Report World Health Organization (WHO) 2020, Indonesia merupakan negara dengan beban tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia.
Baca lebih lajut »
Wapres: 2021 Diharapkan Tercapai Kekebalan KomunalPemerintah menargetkan pada 2021 setidaknya 77% dari total rakyat Indonesia telah mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Neraca Perdagangan Suplus, Fundamental Ekonomi Indonesia Makin KuatIndonesia mengalami surplus neraca perdagangan sebesar USD 2,59 miliar pada Juli 2021.
Baca lebih lajut »
Akademisi Unair: Remaja Perlu Tahu Soal Pernikahan Sejak DiniDi Indonesia masih banyak keluarga yang tidak menerapkan pendidikan seksual pada anak remaja mereka. Akademisiunair
Baca lebih lajut »
Satelit SATRIA Terbesar se-Asia, APBN Bukan Penopang UtamaProyek Satelit SATRIA I dibangun melalui perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBBU. Proyek ini membutuhkan investasi senilai US$ 540 juta. TempoVideo
Baca lebih lajut »