'Kita menyambut wisatawan dari China dengan karpet merah,' kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
- Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara atau turis asal China.
"Kita menyambut wisatawan dari China dengan karpet merah," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat .Hal itu, lanjut Sandiaga, diungkapkannya seusai berkoordinasi bersama Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19. "Tentunya dalam bingkai protokol kesehatan yang telah kita terapkan dan sanggup mengendalikan pandemi, jadi kita sampaikanMenparekraf Sandiaga Uno menyambut wisman yang tiba di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali menggunakan pesawat Korean Air dari Incheon, Korea Selatan.Protokol kesehatan yang sama berlaku bagi semua pelaku perjalanan luar negeri yang akan memasuki Indonesia, termasuk Warga Negara Indonesia .
Adapun aturan yang berlaku termuat dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 25 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Digadang Jadi Capres PPP, Sandiaga Uno Akan Temui Prabowo SubiantoSandiaga Salahudin Uno (Sandiaga Uno) hadir dalam hari Lahir PPP ke 50 yang digelar di Stadion Kridosono Yogyakarta. Sandiaga Salahudin Uno (Sandiaga Uno) hadir...
Baca lebih lajut »
PPP: Kalau Sandiaga Uno Mau Bergabung, Kita Terbuka - JawaPos.com'Kita tidak dalam posisi mengajak karena kami tahu Pak Sandi (Sandiaga Uno) masih di Gerindra, tapi kalau bergabung kita akan terbuka,' kata Amir.
Baca lebih lajut »
Sandiaga Uno: RI Beri Karpet Merah untuk Turis China, Tapi...Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) asal China mencapai 235.000 pada 2023.
Baca lebih lajut »
Jerman Tetapkan China sebagai 'Area Varian Virus Berbahaya', Turis China Wajib Tes CovidRepublik Rakyat China, kecuali Wilayah Administratif Hong Kong, mulai 9 Januari dianggap sebagai area varian virus yang menimbulkan kekhawatiran.
Baca lebih lajut »