Indonesia Bakal Ajukan Lagi Kenggotaan FATF Juni 2023, Dapat Jalur Cepat dari Uni Eropa

Indonesia Berita Berita

Indonesia Bakal Ajukan Lagi Kenggotaan FATF Juni 2023, Dapat Jalur Cepat dari Uni Eropa
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 Bisniscom
  • ⏱ Reading Time:
  • 41 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 59%

Negara-negara anggota G20 disebut bakal mendorong Indonesia mendapatkan kursi keanggotaan di FATF melalui jalur cepat (fast track).

Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia akan mengajukan lagi keanggotaan Financial Action Task Force pada plenary session Juni 2023 setelah sempat tertunda pada Februari lalu.

"Indonesia akan kembali melalui proes evaluasi FATF pada plenary session yang akan dilaksanakan pada Juni 2023 yang akan datang. Negara-negara FATF khususnya negara G20 dari Uni Eropa memberikan dorongan Indonesia untuk menjadi anggota melalui mekanisme fast track," ujarnya pada acara Penandatanganan Komitmen Aksi Pencegahan Korupsi 2023/2024 di Gedung KPK, Rabu .

Di sisi lain, pada plenary session FATF sebelumnya, Yasonna mengatakan pemerintah telah menyampaikan beberapa pokok klarifikasi dan upaya peningkatan efektivitas supervisi yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM . Upaya-upaya tersebut di antaranya meliputi pemblokiran terhadap korporasi yang belum melaporkan beneficial ownership , serta pemblokiran akun notaris yang belum terdaftar pada sistem anti pencucian uang.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

Bisniscom /  🏆 23. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Seberapa Besar Anggaran Pertahanan Indonesia dibanding Negara-negara Lain?Seberapa Besar Anggaran Pertahanan Indonesia dibanding Negara-negara Lain?Berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Amerika Serikat menjadi negara dengan anggaran pertahanan terbesar di dunia pada 2021, dengan nilai US$ 801 miliar, atau sekitar Rp 12.500 triliun.  Nilai tersebut hampir 100 kali lipat anggaran pertahanan Indonesia di 2021. SIPRI mencatat bahwa Indonesia menghabiskan US$ 8,3 miliar untuk keperluan militer, atau sekitar Rp 130 triliun. Anggaran belanja pertahanan Indonesia pun menjadi yang tertinggi ke-30 sedunia. Di kawasan Asia Tenggara, nilai belanja militer Indonesia masih kalah dari Singapura, yang menghabiskan US$ 11,1 miliar di 2021. Jika ditilik berdasarkan rasio belanja per produk domestik bruto (PDB), negara-negara Timur Tengah memiliki anggaran pertahanan yang relatif lebih besar. Oman, Kuwait, dan Arab Saudi menghabiskan masing-masing 7,3 persen, 6,7 persen, dan 6,6 persen dari PDB untuk keperluan militer. Besaran tersebut menjadikan ketiga negara itu menjadi tiga negara dengan anggaran pertahanan per PDB terbesar di dunia. Sedangkan rasio belanja militer Indonesia terhadap PDB sebesar 0,7 persen, dan tergolong yang terendah di tingkat 40 besar.
Baca lebih lajut »

Tahun Depan, Pertumbuhan Ekonomi ASEAN-5 Diprediksi 5,6 PersenTahun Depan, Pertumbuhan Ekonomi ASEAN-5 Diprediksi 5,6 PersenNegara-negara ASEAN-5 terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Baca lebih lajut »

Dalam Kongres Luar Biasa, KOI Berikan Predikat Bapak Olahraga Indonesia buat Presiden JokowiDalam Kongres Luar Biasa, KOI Berikan Predikat Bapak Olahraga Indonesia buat Presiden JokowiKomite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) memberikan predikat Bapak Olahraga Indonesia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca lebih lajut »

KOI Berikan Predikat Bapak Olahraga Indonesia buat Presiden Jokowi dalam Kongres Luar BiasaKOI Berikan Predikat Bapak Olahraga Indonesia buat Presiden Jokowi dalam Kongres Luar BiasaKomite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) memberikan predikat Bapak Olahraga Indonesia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca lebih lajut »

Menlu Cina Berharap ASEAN Menjauh dari Persaingan Kekuatan Negara-negara Besar |Republika OnlineMenlu Cina Berharap ASEAN Menjauh dari Persaingan Kekuatan Negara-negara Besar |Republika OnlineMenurut Menlu Cina, ASEAN tidak bisa menjadi agen kekuatan eksternal manapun.
Baca lebih lajut »

Farahdibha Tenrilemba Ungkap Kesuksesan W20 Saat Indonesia Jadi Presidensi G20Farahdibha Tenrilemba Ungkap Kesuksesan W20 Saat Indonesia Jadi Presidensi G20Farahdibha Tenrilemba mengungkap kesuksesan W20 saat Indonesia menjadi Presidensi G20. Simak selengkapnya
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 20:49:17