Indofood Riset Nugraha 2026-2027 tak membatasi jurusan mahasiswa S1 yang bisa mengajukan proposal seputar pangan lokal.
2026-2027 menginjak usia dua dekade. Kembali mengusung tema 'Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal', program itu mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan kekayaan "Ini menjadi bentuk nyata komitmen kami untuk turut mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia.
Tahun ini, kami mendorong lebih banyak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mengeksplorasi kekayaan pangan lokal Indonesia untuk masa depan pangan yang berkelanjutan," kata Suaimi Suriady, Ketua Program IRN dan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Program bantuan dana riset tugas akhir itu terbuka bagi mahasiswa S1 dari seluruh Indonesia yang tengah menyelesaikan tugas akhir. Selanjutnya, proposal akan diseleksi Tim Pakar IRN yang terdiri dari akademisi dan praktisi lintas disiplin ilmu.
Sebagai pembukaan, Indofood akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi IRN 2026 – 2027 secara daring dan luring ke berbagai universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia sepanjang Juni 2026. Dalam sesi itu, mahasiswa bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai tema penelitian, mekanisme pendaftaran, kriteria seleksi, serta tips menyusun proposal yang kuat dari Tim Pakar IRN.
"Proposal yang kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan soal relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi hal yang penting," kata Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, Ketua Tim Pakar sekaligus Guru Besar IPB. Penyerahan bantuan dana riset secara simbolis untuk mendanai riset 96 proposal penelitian yang diajukan mahasiswa S1 dalam program Indofood Riset Nugraha.
Sejalan dengan tema yang diangkat, Prof Purwiyatno menyatakan banyak aspek yang bisa diteliti. Salah satunya soal hubungan yang erat antara pangan dan kesehatan.
"Pangan tidak lagi sekedar pemenuhan gizi dan energi, melainkan penopang kesehatan yang krusial, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan pangan fungsional," ujarnya. Program IRN 2026–2027 menerima proposal penelitian yang berfokus pada eksplorasi sumber daya alam darat dan laut berbasis potensi dan kearifan lokal, mencakup produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan, dan air. Cakupan bidang penelitian meliputi Agro-Teknologi , Teknologi Proses/Pengolahan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat serta Sosial Budaya, Ekonomi dan Pemasaran.
Program itu terbuka bagi mahasiswa dari semua program studi, tidak hanya mahasiswa Teknologi Pangan, selama topik penelitian sesuai dengan tema dan bidang cakupan yang ditetapkan.
"Kami ingin mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk lebih peka, sensitif dan ekploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi di sekitar mereka, lalu mentransformasikannya menjadi inovasi pangan fungsional yang berbasis ilmiah," imbuh Prof Purwiyatno. Ketua Tim Pakar Indofood Riset Nugraha 2026-2027 Prof. Purwiyatno Hariyadi menerangkan soal program dana riset untuk mahasiswa S1. "Pastikan latar belakang menjelaskan urgensi penelitian dengan baik, dan pastinya jangan lewatkan batas waktu pengumpulan.
Kami menantikan proposal-proposal segar dan inovatif dari seluruh penjuru Indonesia," ujar Prof Purwiyatno. Penerimaan proposal dibuka 29 Mei hingga 31 Agustus 2026, sedangkan pengumuman penerima dana riset akan dilakukan pada Oktober 2026.
Berikut ketentuan umum penulisan proposal IRN:- Penelitian diajukan dalam rangka penyelesaian tugas akhir- Penelitian dilakukan sesuai dengan bidang studi pengusul - Proposal wajib mendapatkan persetujuan Dosen Pembimbing/Dekan, disertai dengan cap lembaga IRN sebelumnya merayakan perjalanan dua dekade program pendanaan riset melalui acara temu kangen alumni yang mempertemukan peneliti muda, akademisi, dan pelaku industri pangan di Jakarta. Acara ini tidak hanya menjadi ajang reuni alumni, tetapi juga menegaskan komitmen IRN dalam mendukung lahirnya proposal-proposal riset terbaik di bidang inovasi pangan berbasis potensi lokal Indonesia.
Sejak pertama kali berjalan pada 2006 sebagai Indofood Riset Nugraha dan berakar dari Bogasari Nugraha sejak 1998, program ini telah mewadahi mahasiswa dan peneliti muda untuk mengembangkan penelitian pangan yang aplikatif. Fokus utama IRN adalah mendukung riset yang tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat diterapkan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana, mengatakan IRN hadir sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia melalui riset pangan.
Menurutnya, selama lebih dari 20 tahun, IRN konsisten memberikan dukungan dana penelitian sekaligus pendampingan dari para pakar lintas disiplin.
"Kami ingin peneliti muda Indonesia berkembang dan berani mengeksplorasi potensi pangan lokal dari Aceh sampai Papua," ujar Indrayana dalam acara temu alumni IRN di acara yang berlangsung di Restaurant Habitate, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026.3 jam yang laluLowongan Kerja Indofood 2026, Buka Posisi Accounting Admin hingga Electric TechnicianBahan Adem Bikin Makin Betah, Ini Rekomendasi Daster Busui Friendly Favorit Para Ibu
Mahasiswa S1 Pangan Lokal Indofood Kuliner Lifestyle
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026Berikut update ranking atau peringkat pebulu tangkis BWF 2026 terhitung sampai Selasa (9/6/2026).
Baca lebih lajut »
Sederet Klaim Apple Soal Siri AI di WWDC 2026Meski sudah dikperkenalkan dalam WWDC 2026, Apple akan merilis Siri AI secara bertahap hingga September 2026.
Baca lebih lajut »
Indofood Buka Dana Riset 2026, Mahasiswa Bisa Teliti Pangan Lokal dan Raih PendanaanProgram Indofood Riset Nugraha 2026-2027 resmi dibuka. Mahasiswa S1 seluruh Indonesia berkesempatan memperoleh dana penelitian pangan fungsional berbasis kearifan lokal.
Baca lebih lajut »
Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan 12 Juni 2026Preview Meksiko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026. Analisis performa, kabar skuad, dan prediksi skor laga pembuka fase grup.
Baca lebih lajut »




