Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menilai upaya Presiden Joko Widodo membentuk kementerian investasi mubazir.
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance atau Indef Tauhid Ahmad menilai upaya Presiden Joko Widodo membentuk kementerian investasi mubazir. Menurut dia, selama masih ada Badan Koordinasi Penanaman Modal alias
menjadi kementerian. Dengan begitu,
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Indef: Pemerintah Ingin Tingkatkan Kualitas SDM Tapi Tak Tecermin di APBN 2020Dalam anggaran belanja pemerintah pada APBN 2020 tidak mencerminkan hal tersebut
Baca lebih lajut »
Indef Pesimistis Target APBN 2020 Bakal Sulit TercapaiAdapun untuk asumsi nilai tukar yang berada di kisaran Rp 14.400 per dollar AS pada RAPBN 2020
Baca lebih lajut »
Indef Tak Yakin Target Pertumbuhan 5,3 Persen Bakal TercapaiTarget target pertumbuhan ekonomi yang berada pada tingkat 5,3 persen mengandalkan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya.
Baca lebih lajut »
Bulog Salurkan BPNT, Indef: Tak Efektif Kurangi Stok BerasBulog diperkirakan hanya mampu menyalurkan 700 ribu ton beras.
Baca lebih lajut »
Kemenperin dan Kemendag dinilai sebaiknya digabungLembaga kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian ...
Baca lebih lajut »
10 Negara yang Menjual Kewarganegaraan ke Orang AsingKebijakan sejumlah negara yang menawarkan status kewarganegaraan dengan harga tertentu bisa jadi solusi mendapatkan status...
Baca lebih lajut »