Ahmad Heri Firdaus mengatakan investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal II 2019 belum mampu mendongkrak sektor riil
TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance terutama dalam penyediaan lapangan kerja. “Pengaruh investasi ke sektor riil belum 'nendang' dan dampak ke pertumbuhan industri untuk menciptakan dan menyerap lapangan kerja belum mampu mendongkrak,' katanya saat ditemui di Hotel Aryaduta, Rabu 7 Agustus 2019.Menurutnya, investasi yang tumbuh linier seharusnya berdampak pada sektor padat karya.
Ia menuturkan pada kuartal II 2019 jumlah penyerapan tenaga kerja hanya mencapai 255 ribu orang atau menurun dibanding kuartal II 2018 yang mencapai 289 ribu orang.“Jadi terjadi penurunan padahal investasi naik dari Rp176 triliun ke Rp200,5 triliun tapi malah kemampuan menciptakan lapangan kerja menurun,' katanya.Heri menambahkan, jika dilihat dari Pembentukan Modal Tetap Bruto mengalami perlambatan pada triwulan II 2018 sebesar 5,85 persen menjadi 5,01 persen untuk triwulan II 2019.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
INDEF: Pengaruh Investasi ke Sektor Riil Belum NendangInvestasi yang masuk pada triwulan II 2019 yang mencapai Rp 200,5 triliun seharusnya bisa berdampak pada sektor industri.
Baca lebih lajut »
INDEF menilai investasi belum mampu dongkrak lapangan kerjaPeneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus mengatakan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal II 2019 ...
Baca lebih lajut »
Indef Sebut Gaji Rp 3,3 Juta di Jakarta Masih dalam Kategori MiskinBima Yudhistira (peneliti Indef) mengaku khawatir angka kemiskinan ini akan berdampak ke masalah sosial. Megapolitan
Baca lebih lajut »
Indef: Perbaikan OSS, Kunci Dorong Pertumbuhan EkonomiEkonom memprediksi pertumbuhan ekonomi akan semakin berat.
Baca lebih lajut »
Indef: Lebaran dan Pilpres 2019 Tak Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomipertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 sebesar 5,05 persen. Hasil pertumbuhan tersebut lebih lambat dari kuartal I-2019 yang sebesar 5,07 persen.
Baca lebih lajut »
INDEF: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen Sulit DicapaiINDEF melihat momen besar pendukung pertumbuhan ekonomi sudah terlewati.
Baca lebih lajut »