pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 sebesar 5,05 persen. Hasil pertumbuhan tersebut lebih lambat dari kuartal I-2019 yang sebesar 5,07 persen.
tidak selalu bisa dioptimalkan untuk menarik pertumbuhan ekonomi,” ujar Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance Eko Listiyanto, Rabu .
Sementara itu, Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus menyampaikan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya shifting yang cukup besar dari pasar konvensional ke platform digital pada momen lebaran 2019. Sehingga, hal itu tidak begitu terasa dampaknya terhadap perekonomian pada triwulan II. “Pengusaha pasti tahu Lebaran jadi mereka akan membuat banyak barang untuk dijual. Tapi yang terjadi ini tidak. Terbukti dari industri manufaktur yang mengalami kontraksi. Di sisi lain impor barang konsumsi juga tidak meningkat malah turun. Pasti ada shifting,” kata Heri.
Heri menyampaikan, peningkatan belanja melalui platform digital tersebut belum teridentifikasi oleh pemerintah. Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa memiliki data rinci peristiwa tesebut dan mengkajinya lebih lanjut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Mbah Moen, Kiai yang Diperebutkan di Pilpres 2019KH Maimun Zubair atau Mbah Moen menjadi rebutan kubu Jokowi maupun Prabowo saat Pilpres 2019. Kiai sekaligus politikus PPP itu telah meninggal di Makkah.
Baca lebih lajut »
Indef: Perbaikan OSS, Kunci Dorong Pertumbuhan EkonomiEkonom memprediksi pertumbuhan ekonomi akan semakin berat.
Baca lebih lajut »
Indef Sebut Gaji Rp 3,3 Juta di Jakarta Masih dalam Kategori MiskinBima Yudhistira (peneliti Indef) mengaku khawatir angka kemiskinan ini akan berdampak ke masalah sosial. Megapolitan
Baca lebih lajut »
INDEF menilai investasi belum mampu dongkrak lapangan kerjaPeneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus mengatakan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal II 2019 ...
Baca lebih lajut »
INDEF sebut target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen sulit tercapaiWakil Direktur Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi di angka 5,3 ...
Baca lebih lajut »