Lama tidak terdengar kabarnya, penyanyi Indahkus akhirnya kembali dengan karya terbaru. Indahkus
JPNN.COM / Entertainment / Musik / Rabu, 31 Juli 2019 – 13:38 WIB jpnn.com, JAKARTA - Pada Juli 2019 ini, dia resmi meluncurkan lagu terbaru berjudul Be With U. Indahkus mengatakan bahwa lagu itu menuangkan kisah pribadinya di masa lalu. Saat itu dia dihadapkan dengan pilihan menjaga ego sebagai perempuan atau justru mendobrak stigma yang ada dengan menurunkan ego demi orang yang disukai.
Sonny Septian: Fairuz A Rafiq Nangis Melulu Perempuan kelahiran Padang tahun 1994 itu menyebut lagu Be With U berangkat dari stigma masyarakat bahwa perempuan tidak dilazimkan untuk mengutarakan perasaan terlebih dahulu kepada laki-laki. Menurut Indahkus, di zaman yang sudah semakin berkembang, mungkinkah perempuan diberi ruang untuk bersuara lebih lantang.
Kabar Dicekal Keluar Negeri, Begini Respons Nikita Mirzani Dari segi musik, lagu Be With U disajikan dengan nuansa kekinian. Indahkus mengaku menggabungkan nuansa Korean alternative hingga RnB. .display-none{ display:none; } TAGS Indahkus lagu baru Sponsored Content loading... .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Selain Lagu, Idris Beberkan Strategi Urai Kemacetan di DepokMohammad Idris memaparkan sejumlah agenda untuk mengurai kemacetan akut di Depok. Dia akan tetap memutar lagu di lampu merah.
Baca lebih lajut »
Rian D'Masiv Ungkap Kisah Dibalik Lagu Jangan MenyerahAda kisah di balik Iagu Jangan Menyerah ciptaan Rian Ekky Pradipta atau akrab disapa Rian D'Masiv. Lagu yang meraih 3 penghargaan sekaligus pada AMI Award 2010.
Baca lebih lajut »
Lagu Hits Katy Perry 'Dark Horse' Terbukti Jiplak Lagu 'Joyful Noise', Bandingkan Irama Musiknya - Tribun WowKaty Perry kalah sidang, lagunya yang berjudul 'Dark Horse' terbukti melanggar hak cipta dengan menjiplak lagu Joyful Noise.
Baca lebih lajut »
Pengusaha Beberkan Aturan Hambat Bisnis Ritel di IndonesiaPengusaha yang tergabung dalam Aprindo mengungkap, ada regulasi yang menghambat pelaku usaha di industri ritel dalam melakukan ekspansi atau pengembangan usaha.
Baca lebih lajut »
Capital One Sebut 100 Juta Data Pribadi di AS dan Kanada DiretasInsiden ini diperkirakan menelan biaya antara US$ 100 juta hingga US$ 150 juta.
Baca lebih lajut »
Pembatasan Kendaraan Pribadi Gagal, Polusi di Jakarta Memburuk
Baca lebih lajut »