IMF memperkirakan, China dan India akan menyumbang setengah dari pertumbuhan global.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chief Economist and Director Research Department Dana Moneter Internasional Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan, China dan India akan menyumbang setengah dari pertumbuhan global pada 2023. Ekonomi dunia diproyeksikan bertumbuh sebesar 2,9 persen pada 2023 atau menurun dari kemungkinan pertumbuhan 3,4 persen pada 2022.
Baca Juga Pembukaan kembali China secara tiba-tiba membuka jalan bagi pemulihan aktivitas yang cepat dan kondisi keuangan global telah membaik karena tekanan inflasi mulai mereda. Hal itu dan melemahnya dolar Amerika Serikat dari level tertinggi November 2022 memberikan sedikit kelegaan bagi negara-negara berkembang.
Pertumbuhan Negeri Paman Sam diproyeksikan melambat menjadi 1,4 persen pada 2023 dari 2 persen pada 2022 akibat kenaikan suku bunga Bank Sentral AS The Fed. Kondisi kawasan Euro pun lebih menantang, lanjut Pierre, meskipun ada tanda-tanda ketahanan terhadap krisis energi musim dingin yang ringan dan dukungan fiskal yang besar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
IMF Beri Warning! Jangan Happy Dulu Soal ChinaPemulihan ekonomi China masih dibayangi oleh ancaman risiko.
Baca lebih lajut »
IMF: Ekonomi Asean Diramal Tumbuh 4,3%, Berkah China Opening?IMF meramalkan pertumbuhan ekonomi Asean-5 sebesar 4,3% pada tahun ini.
Baca lebih lajut »
Turis China, India, dan Rusia Senang ke RI tapi Penerbangan Malah MinimIndonesia ingin menggenjot kunjungan turis asing dari China, India, dan Rusia. Sayangnya, penerbangan langsung masih minim.
Baca lebih lajut »
2 Negara Asia Ini Sumbang Separuh Pertumbuhan Ekonomi GlobalDua negara Asia, China dan India, diproyeksikan berkontribusi hingga separuh pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini.
Baca lebih lajut »