Ilmuwan Ungkap Alasan Gunung Everest Keluarkan Suara Menakutkan di Malam Hari

Indonesia Berita Berita

Ilmuwan Ungkap Alasan Gunung Everest Keluarkan Suara Menakutkan di Malam Hari
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 26 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 14%
  • Publisher: 63%

Ilmuwan Ungkap Alasan Gunung Everest Keluarkan Suara Menakutkan di Malam Hari TempoTekno

TEMPO.CO, Jakarta - Begitu matahari terbenam di Himalaya dan suhu turun, hiruk-pikuk suara menakutkan muncul di dalam gletser di sekitar Gunung Everest. Para peneliti yang dipimpin oleh ahli glasiologi Evgeny Podolskiy telah menemukan bahwa paduan suara benturan dan pecahan di gletser dataran tinggi itu adalah hasil dari penurunan tajam suhu setelah gelap yang menyebabkan es retak.

Dr Podolskiy, yang bekerja di Pusat Penelitian Arktik di Universitas Hokkaido, Jepang, mengatakan: “Ini adalah pengalaman yang luar biasa karena merupakan area yang luar biasa untuk bekerja. Pada dasarnya saya makan siang melihat Everest.”Pada siang hari, Dr Podolskiy dan timnya bisa bekerja dengan nyaman menggunakan kaos. Namun saat malam tiba, suhu bisa turun menjadi sekitar -15 derajat Celcius, atau 5 derajat Fahrenheit.Setelah gelap, dia dan timnya mendengar 'ledakan keras ini'.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Mungkinkah Gunung Everest Bisa Tumbuh Lebih Tinggi Lagi?Mungkinkah Gunung Everest Bisa Tumbuh Lebih Tinggi Lagi?Hingga kini, Everest mencatatkan namanya sebagai gunung tertinggi di dunia. Namun, mungkinkah ketinggian gunung itu bisa bertambah?
Baca lebih lajut »

Seorang Pendaki AS Tewas di EverestSeorang Pendaki AS Tewas di EverestSeorang warga negara Amerika Serikat (AS) tewas di Gunung Everest, ujar penyelenggara ekspedisi pada Selasa (2/5). Kematian pendaki tersebut merupakan kematian orang asing pertama di gunung tertinggi di dunia pada musim pendakian kali ini. Pendaki gunung berusia 69 tahun itu sedang melakukan...
Baca lebih lajut »

Celine Evangelista Disorot Usai Sewa Satu Lantai Rumah Sakit untuknya, Netizen: Ga Masalah Uangnya SendiriCeline Evangelista Disorot Usai Sewa Satu Lantai Rumah Sakit untuknya, Netizen: Ga Masalah Uangnya SendiriCeline ungkap alasannya menyewa satu lantai rumah sakit demi menjaga kenyamanannya.
Baca lebih lajut »

Semburan Matahari Maksimal Makin Dekat, Ilmuwan Warning IniSemburan Matahari Maksimal Makin Dekat, Ilmuwan Warning IniFenomena matahari maksimal (solar maximum) akan kembali terjadi. Ilmuwan kasih warning dampaknya bagi warga bumi. Simak!
Baca lebih lajut »

Polisi Ungkap Motif Sementara Pelaku Penembakan Kantor MUI Pusat: Ingin Diakui sebagai Wakil NabiPolisi Ungkap Motif Sementara Pelaku Penembakan Kantor MUI Pusat: Ingin Diakui sebagai Wakil NabiPolisi ungkap motif sementara pelaku penembakan Kantor MUI Pusat yang ingin diakui sebagai wakil nabi.
Baca lebih lajut »

Ilmuwan Ketar-ketir Melihat LautIlmuwan Ketar-ketir Melihat LautPara ilmuwan khawatir karena suhu permukaan laut mempertahankan rekor tertinggi selama lebih dari sebulan, mendorong kondisi lautan Bumi ke wilayah yang belum dipetakan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 08:05:31