Ilmuwan Ukraina Cemaskan Masa Depan dan Sains Atas Invasi Rusia

Indonesia Berita Berita

Ilmuwan Ukraina Cemaskan Masa Depan dan Sains Atas Invasi Rusia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 53 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 51%

Ilmuwan Ukraina berupaya melindungi diri dan pekerjaan mereka, termasuk mengumpulkan barang-barang untuk pertahanan diri dan bersiap melarikan diri.

Lembaga penelitian di Krimea, yang sebelumnya dijalankan oleh National Academy of Sciences of Ukraine, dipindahkan ke kendalitimur Luhansk dan Donetsk berlanjut. Konflik ini menyebabkan 18 universitas pindah dari Luhansk dan Donetsk ke bagian lain negara itu. Banyak peneliti kehilangan rumah dan laboratorium mereka.

Akibat konflik tersebut, banyak peneliti Ukraina memutuskan hubungan dengan Rusia dan membentuk hubungan baru dengan rekan-rekan mereka di Eropa, Amerika Serikat, dan China. "Ada ancaman perang yang sangat pasti. Saya merasa seperti saya bisa mati besok, atau dalam dua hari, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa," kata Yegorchenko. Meskipun dia merasa bahwa persiapannya tidak berguna, dia tetap mengisi daya perangkat elektronik seperti telepon dan power bank, dan selalu berhubungan dengan keluarganya."Semua ilmuwan melakukan itu," tambahnya.

Tapi secara keseluruhan, dia berusaha untuk tidak khawatir dan bekerja lebih dari biasanya untuk membantu mengatasi situasi tersebut."Matematika adalah terapi yang baik," katanya., staf telah dilatih bagaimana berperilaku jika terjadi permusuhan. Pihak universitas telah menyusun rencana bagi karyawan untuk mengungsi dari gedung ke tempat perlindungan bom. Ada juga rencana untuk memindahkan peralatan ilmiah dan spesimen biologi yang unik dari wilayah tersebut.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ukraina Klaim 9.166 Tentara Rusia Tewas di Hari Ke-9 Perang Rusia Vs Ukraina - Tribunnews.comUkraina Klaim 9.166 Tentara Rusia Tewas di Hari Ke-9 Perang Rusia Vs Ukraina - Tribunnews.comHari kesembilan invasi militer Rusia ke Ukraina terus memakan korban warga sipil dan militer.
Baca lebih lajut »

Buntut Pemberitaan Invasi Ukraina, Rusia Blokir Banyak Media dan Siapkan Hukuman Berat Lewat UU Baru - Pikiran-Rakyat.comBuntut Pemberitaan Invasi Ukraina, Rusia Blokir Banyak Media dan Siapkan Hukuman Berat Lewat UU Baru - Pikiran-Rakyat.comRusia memblokir Facebook dan beberapa situs web lainnya buntut pemberitaan terkait invasi Ukraina beberapa hari ini.
Baca lebih lajut »

10 Hari Gempur Ukraina, Vladimir Putin Mengaku Rusia Tak Berniat Buruk ke Tetangga10 Hari Gempur Ukraina, Vladimir Putin Mengaku Rusia Tak Berniat Buruk ke TetanggaVladimir Putin meminta negara-negara tetangga Rusia tidak mengeskalasi situasi di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
Baca lebih lajut »

Harga Emas Naik, Paladium Sentuh Posisi Tertinggi 7 BulanHarga Emas Naik, Paladium Sentuh Posisi Tertinggi 7 BulanNegara-negara Barat menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasi ke Ukraina, yang mempengaruhi produksi paladium global dan mempengaruhi harga emas.
Baca lebih lajut »

Michelin Guide tangguhkan rekomendasi restoran di RusiaMichelin Guide tangguhkan rekomendasi restoran di RusiaMichelin Guide menangguhkan seluruh rekomendasi restoran di Rusia sebagai respons invasi atas Ukraina.\r\n\r\n\u200b\u200b\u200b\u200b\u200bSemua proyek pembangunan Rusia kini ...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 18:46:06