Menurut IDAI, angka harapan hidup anak pengidap kanker di Indonesia hanya berkisar 20 persen.
Sebab, orangtua cenderung enggan melakukan pengobatan dan memilih obat herbal atau pengobatan alternatif.
Teny juga mengatakan, pusat kesehatan tidak menyediakan obat herbal atau metode alternatif pengobatan kanker selain pada protokol yang sudah ditetapkan oleh medis yang sudah teruji klinis. "Bisa dibayangkan kanker saja sudah penyakit berat, masa kita kasih obatnya yang belum jelas," kata Teny. Pengobatan alternatifnya pun hanya diberikan air dan tidak berdampak pada tumor yang ada di kaki anak tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Leukimia Dominasi Angka Kanker pada Anak, IDAI Ingatkan Pentingnya Jaga Gaya Hidup SehatIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa kanker leukimia mendominasi angka kanker yang diderita anak di Indonesia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)...
Baca lebih lajut »
Kris atau Kyuris, Ini Cara Benar Membaca QRIS Menurut Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mempertegas bahwa cara membaca QRIS yang benar adalah 'kris' bukan 'kyuris'.
Baca lebih lajut »
Marcel Sabitzer Pose Ala Legenda Manchester United & Ungkap Nomor Punggungnya | Goal.com IndonesiaPemain internasional Austria itu didatangkan saat Setan Merah alami krisis di lini tengah. ManUnited EPL
Baca lebih lajut »
Tandai Ultah Ketiga, Eventori Gelar Indonesia Entertainment Outlook 2023Menurut CEO Eventori Universe Fary Farghob, Indonesia Entertainment Outlook 2023 membawa semangat Anyone, Anywhere, Anytime Entertainment.
Baca lebih lajut »
'Shin Tae-Yong Tidak Paham' - Thomas Doll Cerca TC Timnas Indonesia U-20 | Goal.com IndonesiaSTY Tidak Paham' Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll kembali melontarkan kritik untuk program pemusatan latihan (TC) jangka panjang timnas Indonesia U-20. Ia mengatakan agenda tersebut merugikan timnya. Selengkapnya 👇
Baca lebih lajut »