Berdasarkan catatan ICW setidaknya ada 21 kursi kabinet yang diberikan Presiden Jokowi kepada para pendukungnya sejak 2019-2022,” papar Kurnia.
JawaPos.com – Indonesia Corruption Watch menilai, pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin melanggengkan konflik kepentingan selama periode kepemimpinannya. Sebab, konflik kepentingan membuka celah untuk melakukan praktik korupsi.
Kurnia mencontohkan, konflik kepentingan itu terlihat jelas dalam putusan Mahkamah Konstitusi perkara nomor 68/PUU-XX/2022 terkait pengujian Pasal 170 ayat 1 Undang-undang 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, putusan itu mengatakan menteri yang ingin maju dalam pemilu presiden 2024 tidak perlu mundur. “Presiden kala itu mengatakan silakan maju dalam kontestasi pilpres, tidak perlu mundur sepanjang mengerjakan prioritas utama pekerjaannya sebagai menteri,” papar Kurnia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
ICW Sebut Pemerintahan Jokowi Dibayangi Konflik KepentinganKurnia mengatakan Jokowi membiarkan atau bersikap permisif terhadap isu konflik kepentingan selama kepemimpinannya.
Baca lebih lajut »
ICW Catat Ada 67 Pendukung Jokowi Isi Kursi Kabinet hingga Komisaris BUMNICW mencatat banyak sekali jabatan pengawas perusahaan atau komisaris BUMN yang dibagi-bagikan kepada pendukung Jokowi.
Baca lebih lajut »
Surya Paloh: Jokowi Adalah Sahabat, NasDem Siap Kawal Pemerintahan hingga 2024 - Pikiran-Rakyat.comSurya Paloh menjamin NasDem akan tetap mendukung Presiden Jokowi hingga pemerintahannya berakhir pada 2024 mendatang.
Baca lebih lajut »
NasDem Pastikan Anies Akan Lanjutkan Pembangunan Jokowi Jika TerpilihSurya Paloh mengatakan NasDem memilih Anies Baswedan sebagai capres untuk melanjutkan pembangunan di era pemerintahan Jokowi.
Baca lebih lajut »