Aparat kepolisian sebelumnya menggunakan cara-cara kekerasan saat membubarkan aksi warga menolak PSN Rempang Eco-City.
"Kekuatan personel saat ini terus kita tambah ada kurang lebih 4 SSK sampai hari ini yang kita tambahkan dan ini akan terus kita tambah disesuaikan dengan eskalasi ancaman yang terjadi," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis .
"Kejadian beberapa waktu yang lalu sebenarnya sudah ada sosialisasi mungkin masyarakat masih belum semuanya memahami,” katanya. “Sehingga kemudian mau tidak mau dilontarkan gas air mata untuk membubarkan. Memang ada beberapa isu di lapangan. Namun saat itu semuanya kemudian bisa kita tindaklanjuti sehingga kemudian situasi termasuk masyarakat juga kemudian bisa kita atasi dengan baik,” tuturnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bentrok di Rempang Buat Jokowi Murka, Ini Duduk Perkaranya!Pembangunan Rempang Eco-City dihadapkan pada penolakan oleh warga Pulau Rempang.
Baca lebih lajut »
Kecam Penggusuran di Pulau Rempang, Muhammadiyah Minta Pemerintah Cabut Proyek Rempang Eco Citypayung hukum proyek Rempang Eco-city ini juga baru disahkan tanggal 28 Agustus 2023 lalu melalui Peraturan Menko Bidang Perekonomian
Baca lebih lajut »
Jokowi Telepon Kapolri, Selesaikan Ricuh di Pulau Rempang!Jokowi telah meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera menyelesaikan kericuhan yang terjadi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.
Baca lebih lajut »
Jokowi Telepon Kapolri Tengah Malam, Bahas Soal Ricuh di Rempang BatamPresiden Jokowi mengaku telah menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membahas ricuh di Pulau Rempang Batam.
Baca lebih lajut »
Urus Konflik Rempang, Jokowi Cerita Telepon Kapolri Tengah MalamPresiden Jokowi mengaku menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tengah malam membahas kericuhan di Rempang Eco-City, Batam.
Baca lebih lajut »