Khofifah menilai masakan padang halal dan lezat.
REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA–Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut masakan Minang selama adalah kuliner yang terkenal nikmat, lezat serta halal. Sehingga, jika ada masakan Minang berbahan baku non halal, menurutnya itu akan merusak citra masakan Minang.
Baca Juga "Ngomong-ngomong, siapa disini yang juga seperti saya, yang merasa ada yang kurang jika dalam sebulan tidak menyantap ayam pop serta rendang daging sapi," katanya dalam rilis yang diterima Republika, Sabtu . "Minang memang terkenal dengan kulinernya yang nikmat dan juga halal. Jadi, tidak ada sedikit pun keraguan setiap kali menyantap masakan padang dimana pun, kapan pun. Satu lagi, harganya bersahabat dengan kantong," ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Heboh Rumah Makan Padang Hidangkan Kuliner Babi, Anggota DPR Mengecam: Harusnya 100 Persen Halal - Tribunnews.comViral sebuah rumah makan Padang yang menjual nasi padang dengan bahan dasar babi. Anggota DPR asal Sumatera Barat pun mengecam.
Baca lebih lajut »
Heboh Nasi Padang Babi, Fadli Zon: Jelas Melukai Orang MinangFadli Zon menyoroti kemunculan Babiambo yang jual menu nasi padang Babi. Hal ini bikin heboh dan viral.
Baca lebih lajut »
Heboh Menu Babi di Resto Padang, Pemprov DKI Turun TanganHeboh Menu Babi di Resto Padang, Pemprov DKI Turun Tangan. Riza menyebut, pasalnya biasanya warung nasi padang menjual makanan halal. Sehingga ketika ada menu non halal di luar pengetahuan pembeli.
Baca lebih lajut »
Nasi Padang Babi Bikin Heboh, Pemprov DKI Turun TanganPemprov DKI Jakarta langsung melakukan pengecekan di lapangan terkait heboh usaha kuliner yang menjual nasi padang dengan lauk babi.
Baca lebih lajut »
Heboh Nasi Padang Babi, Ini Tips Aman Branding Bisnis KulinerMenu masakan Padang sebuah restoran viral hingga bikin geger gegara menunya memakai daging babi. Berikut tips bisnis kuliner biar masalah ini nggak terulang
Baca lebih lajut »