Beredar kabar dosis 3 vaksin COVID-19 diberikan pada non-nakes, yakni pejabat. Masih banyak warga terkendala dosis 1-2, bukankah booster hanya untuk nakes?
Bukankah masih banyak yang masih sulit dapat dosis 1-2?
Di lain sisi, detikcom juga menerima laporan terkait warga kesulitan mendapat dosis 1 atau 2 vaksin COVID-19. Misalnya Rinrin asal Subang, Jawa Barat. Kedua anaknya sempat ditolak di Puskesmas saat ingin menerima dosis 2 lantaran tak bisa menunjukkan SMS tautan sertifikat. Hingga jadwal vaksinasi kedua, SMS dari 1199 tidak kunjung masuk ke nomor ponsel masing-masing anaknya. Padahal Rinrin sudah memastikan, nomor yang ia cantumkan sudah sesuai.
"Semua persyaratan sudah saya bawa. KK, Kartu vaksin, sertifikat vaksin dan QR Code jadwal yang saya download langsung dari web PeduliLindungi. Bahkan saya buka juga web PeduliLindungi di depan petugas, saya perlihatkan lagi sertifikat dan jadwalnya, tetap ditolak. Katanya harus ada SMS," jelasnya padaLaporan terakhir dari Kemenkes, Kamis hingga pukul 18.00, total vaksinasi COVID-19 di RI mencapai 28,54 persen untuk dosis 1 dan 16,02 persen untuk dosis 2.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Video Call dengan Wapres AS, Menkes Minta Lagi 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19Menkes sempat minta izin meninggalkan rapat dengan Komisi IX DPR untuk melakukan video conference dengan Kamala Harris.
Baca lebih lajut »
Ini Alasan Warga +62 Belum Butuh Dosis Vaksin Ketiga untuk Cegah COVID-19Vaksin-19 booster masih khusus untuk nakes. Meski demikian tidak sedikit yang mengaku ingin mendapatkan booster vaksin usai menerima suntikan kedua.
Baca lebih lajut »
Pahami, Alasan Kita Belum Perlu Suntik Vaksin Covid-19 Dosis KetigaVaksinasi dosis ketiga (booster) saat ini hanya diberikan untuk tenaga kesehatan. Ahli jelaskan alasan kenapa masyarakat masih belum memerlukannya.
Baca lebih lajut »
Bupati dan Sekda Jember Dapat Honor Pemakaman COVID-19, Ketua DPRD: Itu LegalBupati Jember Hendy Siswanto mengakui menerima honor dari anggaran susunan petugas pemakaman COVID-19. Honor diterima Hendy dalam kapasitas sebagai pengarah.
Baca lebih lajut »