Cuaca di Indonesia belakangan terasa panas menyengat. Kondisi ini bakal diperparah dengan ancaman El Nino Agustus 2023. Benarkah El Nino akan ada dan bagaimana mitigasinya?
Liputan6.com, Jakarta - Api menghanguskan empat unit mobil yang tengah terparkir di halaman The Breeze Waterpark, Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu 23 April 2023 lalu. Mobil-mobil itu terbakar setelah diduga kuat terpapar cuaca panas matahari yang sangat menyengat.
Cuaca panas yang menyengat memang terjadi di banyak wilayah Asia termasuk di Indonesia. Temperatur cuaca di sejumlah negara bahkan terbilang ekstrem. Seperti yang terjadi di Bangladesh dan India yang mencapai 51 derajat. "Jadi ini yang memicu rekor suhu-suhu terpanas yang terjadi di Indonesia maupun negara Asia Tenggara lainnya. Itu sih, jadi krisis iklim ini sebenarnya ya suhu panas ini tadi ya ada gerak semu matahari namun itu sudah terjadi sejak dulu ya. Nah tetapi tadi, tren pemanasan global ini ternyata yang meningkatkan intensitas, frekuensi, dan juga durasinya, lebih panjang nih kita kena suhu panas ini," ujar dia.
"Akan semakin tinggi intesitasnya, durasinya, frekuensinya, bahkan itu semua sudah diperhitungkan dalam model IPCC yag baru kemarin meluncurkan sintesis reportnya. Bahwa tidak hanya heat waves tapi bencana seperti curah hujan meningkat akan semakin parah ke depannya.
"Tetapi nanti ke depannya pastinya krisis iklim dan bencana ikutannya akan membawa dampak ke ekonomi semakin besar, dan juga mengancam kesejahteraan masyarakat. Misalkan ketika bertambah panas, kelangkaan pangan bagaimana, bahkan aktivitas ekonomi luar ruang atau misalnya pertanian, bagaimana nanti mereka akan bekerja dengan suhu yang panas seperti ini. Itu kan pasti akan mengancam ketahanan pangan kita sendiri," kata dia.
Yang kedua pastinya mitigasi. Dia mennilai adaptasi akan mengurangi paparan resiko. Salah satunya dengan mengurangi sumber dari krisis iklim itu sendiri terutama sektor energi. Mengapa, Adila menjelaskan, karena menurut NDC Indonesia sektor energi ini diproyeksikan akan menjadi penyumbang emisi terbesar di tahun 2030, jadi 58 persen emisi Indonesia akan berasal sari sektor energi.
Padahal kuncinya adalah, kata Iqbal, dengan membuat lanskap gambut tetap basah seperti kondisi alamiahnya agar tidak mudah terbakar meskipun kekeringan ekstrem akibat El Nino. Dia melanjutkan, meski begitu ada dua catatan dilihat dari sisi scientific. Pertama adalah model prediksi yang dilakukan pada saat Maret, April, Mei atau spring time itu memiliki tingkat kepercayaan yang paling rendah ketika modelnya itu dikeluarkan pada periode-periode saat ini.
Namun, kata dia, di tengah-tengah Samudera Pasifik ekuator, tepatnya agak sedikit ke utara itu kondisi mengalami sedikit pendinginan. Hal ini belum banyak diketahui oleh para ilmuwan. Karena menurut dia, pihaknya pun baru mengetahui setelah memutakhirkan perkembangan iklim tersebut. BACA JUGA:Ada yang Aneh, Polres Tulungagung Bongkar Makam Bayi Meninggal Tak Wajar “Potensi El Nino yang akan melanda Indonesia perlu kita waspadai bersama. Selain memicu kekeringan, minimnya curah hujan yang terjadi juga akan meningkatkan jumlah titik api, sehingga rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya, dilansir dari Antara, Kamis .
"Ketangguhan itu akan membentuk resiliensi. Tentu perlu sosialisasi, edukasi dan pelatihan secara masif berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana," ujarnya. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati menjelaskan, suhu panas di Indonesia, bukan dampak dari perkembangan gelombang panas Asia Selatan yang masih berlangsung hingga hari ini di hampir sebagian besar negara-negara di Asia Selatan.
"Secara klimatologis, dalam hal ini untuk Jakarta, bulan April-Mei-Juni adalah bulan-bulan di mana suhu maksimum mencapai puncaknya, selain Oktober-November," ungkap Dwikorita. Selain ketiga bulan tersebut, suhu panas juga kemungkinan mencapai titik maksimum pada bulan Oktober sampai November. Sementar itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun meminta semua pihak bersiap menghadapi El Nino.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Top 3: Siap-Siap El Nino Datang Agustus 2023Berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 27 April 2023.
Baca lebih lajut »
Diprediksi Mampir Indonesia Bulan Agustus Mendatang, Apa Itu El Nino?El Nino diperkirakan akan mampir ke Indonesia bulan Agustus 2023 mendatang.
Baca lebih lajut »
Rekrutmen Bersama BUMN 2023 Dibuka 5-20 Mei 2023, Ini Syarat dan Tahapan yang Harus DiketahuiRekrutmen Bersama BUMN 2023 terdiri dari lima tahap, yang dimulai dari registrasi hingga pengumuman final.
Baca lebih lajut »
SEA Games 2023: Timnas Indonesia U-22 Awali Perjalanan Bertahap Kontingen Indonesia ke KambojaSEA Games 2023 Kamboja resmi bergulir mulai 5 Mei hingga 17 Mei 2023.
Baca lebih lajut »
Rekap Hasil Badminton Asia Championships 2023: 9 Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final, 3 KandasIndonesia berhasil meloloskan sembilan dari 12 wakil ke perempat final Badminton Asia Championships 2023 (BAC 2023).
Baca lebih lajut »
BMKG Sebut Cuaca Panas akan Menurun Secara Gradual pada Bulan Mei 2023Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan cuaca panas yang terjadi saat ini merupakan hal normal dan akan menurun secara gradual pada bulan Mei 2023.
Baca lebih lajut »