DJPPR Kemenkeu akan melalukan lelang 6 seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada hari Ini, Senin (4/7/2023) dengan target indikatif Rp6 triliun.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko hari ini, Selasa akan melalukan lelang 6 seri Surat Berharga Syariah Negara dengan target indikatif sebesar Rp6 triliun.
Adapun seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S dan PBS dengan rincian SPN-S02012024 , PBS036 , PBS003 , PBSG037 , serta PBS033 . Kemudian seri PBS003 memiliki kupon 6 persen dengan tanggal jatuh tempo pada 15 Januari 2027. Seri PBSG001 memiliki imbalan 6,625 persen dan jatuh tempo pada 15 September 2029.
Seri PBSG001 merupakan seri green sukuk yang ditawarkan melalui lelang di pasar perdana domestik. Penerbitan seri Green Sukuk melalui lelang ini melengkapi program penerbitan Green sukuk yang sudah dilakukan sebanyak 5 kali di pasar global sejak tahun 2018 dan 5 kali di pasar domestik melalui green sukuk ritel sejak tahun 2019.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Hari Ini Tasyrik Terakhir, 5 Dzikir Ini Bisa Bantu Mendulang Pahala |Republika OnlineHari Tasyrik merupakan rangkaian hari yang utama dalam Dzulhijjah
Baca lebih lajut »
Siap Diperiksa Kejagung Hari Ini, Menpora: Ini Pengalaman Berharga...Menpora Dito Ariotedjo mengaku siap memberikan kesaksian apabila diperiksa Kejaksaan Agung terkait dugaan kasus korupsi BTS 4G.
Baca lebih lajut »
Kuku Anda Rapuh dan Mudah Patah? Mungkin Kekurangan Vitamin Berikut IniKekurangan vitamin berikut ini bisa jadi tanda kamu kekurangan vitamin ini.
Baca lebih lajut »
8 Film Indonesia Indonesia yang Tayang pada Juli 2023Berikut ini film-film Indonesia yang ditayangkan pada Juli 2023 ini.
Baca lebih lajut »
Kota Paling Layak Huni di Dunia 2023 Versi Economist Intelligence UnitWina, ibu kota Austria, kembali dinobatkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU) sebagai kota paling layak huni (the most liveable city) pada tahun ini. Wina memperoleh skor tertinggi dari 172 kota di seluruh dunia yang menjadi subjek penelitian ini, yakni 98,4. Namun perolehan skor Wina menurun dari 99,1 di tahun lalu. Pada 2018, 2019, dan 2022, kota ini juga menempati ranking pertama dengan skor serupa. Kemudian terlempar dari 10 besar pada 2021, ketika pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua. Pada tahun ini, Wina memperoleh skor sempurna (100) pada empat dari lima indikator, antara lain stabilitas, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Sedangkan pada indikator budaya dan lingkungan, kota ini meraih skor 93,5. Kota-kota di belahan bumi barat masih mendominasi daftar 10 besar kota paling layak huni tahun ini. Namun, kota-kota Asia Pasifik juga kembali menunjukkan peningkatan indeks kelayakan sehingga kembali menjadi bagian dari daftar tadi. Seperti Melbourne, Sydney, Osaka, dan Auckland. Bahkan Auckland mencatatkan kenaikan skor sebesar 6,8 dan berhasil naik 25 peringkat dibanding tahun lalu. Kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan peningkatan skor kelayakan, termasuk Jakarta. EIU mencatat bahwa peringkat Jakarta naik 14 tingkat dari ranking tahun lalu, dengan kenaikan skor sebesar 9,3. Di sisi lain, Damaskus masih menjadi kota dengan label paling tidak layak huni di tahun ini. Sebagian besar kota yang masuk dalam kategori paling tidak layak huni memiliki persoalan terkait stabilitas, termasuk Kyiv, ibu kota Ukraina. Hal ini karena stabilitas merupakan salah satu indikator dengan porsi terbesar dalam penilaian, yakni 25 persen. EIU juga menggunakan empat indikator lain dalam mengukur tingkat kelayakan huni suatu kota, yakni kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur. Masing-masing punya bobot tersendiri dalam andil terhadap skor yang diraih suatu kota, yakni 20 persen; 25 persen; 10 persen; dan 20 persen.
Baca lebih lajut »