Sony memperkirakan harga konsol PlayStation bisa bertambah mahal jika pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengenakan tarif tinggi untuk ...
Jakarta - Sony memperkirakan harga konsol PlayStation bisa bertambah mahal jika pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengenakan tarif tinggi untuk ekspor China.
"Kami yakin, dan kami sudah memberi tahu pemerintah AS, tarif yang lebih tinggi akan menghancurkan ekonomi AS," kata pimpinan finansial Sony, Hiroki Totoki. Sony, Microsoft dan Nintendo membuat pernyataan bersama untuk US Trade Representative Office yang isinya menentang rencana tarif tersebut. Mereka beralasan tarif baru akan sangat berdampak pada bisnis.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp705 Ribu per GramHarga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam dijual pada harga Rp705 ribu per gram, harga naik tipis dari level harga akhir pekan lalu Rp704 ribu per gram.
Baca lebih lajut »
Harga Cabai di Banyumas dan Cilacap Bersaing dengan DagingWarga keluhkan harga cabai yang sudah mendekati harga jual daging sapi.
Baca lebih lajut »
Rekomendasi Lipstik Matte dengan Harga di Bawah Rp100 RibuLipstik berharga murah bukan berarti tak berkualitas. Berikut rekomendasi lipstik matte untuk Anda dengan harga di bawah Rp100 ribu.
Baca lebih lajut »
Harga Minyak Turun Setelah Pembicaraan Kesepakatan Nuklir IranHarga minyak Brent turun 21 sen menjadi USD63,25 per barel dan WTI turun 8 sen ke USD56,12 per barel setelah perundingan...
Baca lebih lajut »
Harga Ayam dan Telur Stabil Awal Pekan IniSebelumnya, daging ayam memang dijual Rp 28 ribu per kg dan naik Rp 6.000 menjadi Rp 34 ribu per kg. Namun, harga baru ini masih stabil sejak dua minggu lalu.
Baca lebih lajut »
Spesifikasi Lengkap dan Harga Samsung Galaxy M30 di Indonesia'Dengan layar super AMOLED bisa menghemat baterai 30 persen,' ujar Selvia Gofar, Senior Product Marketing Manager Samsung Indonesia. Tekno
Baca lebih lajut »