Permintaan bahan bakar telah pulih setelah anjlok pada April akibat lockdown untuk mengendalikan pandemi.
Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak naik pada perdagangan Selasa karena para pedagang khawatir tentang gelombang kedua kasus virus corona dan diimbangi oleh komitmen dari produsen minyak utama untuk membatasi produksi.
Namun, para analis telah mengatakan bahwa lonjakan pasar minyak yang cepat hingga lebih dari USD 40 per barel mungkin merupakan pandangan yang terlalu optimis terhadap konsumsi."Gelombang kedua pandemi ini bukan lagi kemungkinan yang jauh dan jika disadari, permintaan minyak, yang perlahan-lahan telah pulih, mungkin akan turun kembali ke tingkat penutupan," kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak Rystad Energy.
2 dari 3 halamanPrediksi Harga MinyakGoldman Sachs menaikkan perkiraan di 2020 untuk Brent menjadi USD 40,40 per barel dan WTI menjadi USD 36 tetapi memperingatkan bahwa harga kemungkinan akan kembali dalam beberapa minggu mendatang karena ketidakpastian permintaan dan persediaan yang overhang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga Minyak Dunia Naik Didorong Kesepakatan OPEC |Republika OnlineKenaikan harga minyak juga didorong pelonggaran pembatasan sosial di sejumlah negara.
Baca lebih lajut »
OPEC Sepakat Pangkas Produksi Lagi, Harga Minyak Melonjak 2 PersenOPEC dan sekutu penghasil minyaknya sepakat untuk memperpanjang pemangkasan produksi selama 1 bulan ke depan.
Baca lebih lajut »
Harga Minyak Menguat Ditopang Keputusan OPECBerdasarkan data Oilprice.com, harga minyak mentah jenis WTI naik 0,05 persen ke US$ 39,57 per barel, sementara Brent naik 0,33 persen ke US$ 42,44.
Baca lebih lajut »
Harga Minyak di Perdagangan Asia Menguat Pagi IniBrent naik 1,18 persen menjadi US$ 41,28 per barel.
Baca lebih lajut »
Harga Minyak Jatuh, Sempat Mendaki Karena Produksi DipangkasHarga minyak jatuh lebih dari tiga persen setelah Arab Saudi dan dua produsen lainnya menegaskan tidak akan memangkas produksi lebih dari 1 juta barel.
Baca lebih lajut »
Harga Minyak Jatuh Walaupun OPEC+ tetap Potong ProduksiHarga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus kehilangan US$1,50 atau 3,6% menjadi ditutup pada US$40,80 per barel di London ICE Futures Exchange, London.
Baca lebih lajut »