Harga Komoditas Diproyeksi Tetap Tinggi hingga Semester II/2022
Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan rangkaian surplus perdagangan Indonesia akan cenderung menyusut dikarenakan kinerja impor yang menyusul ekspor.
Namun demikian, perang antara Rusia dan Ukraina telah memperpanjang tren kenaikan harga komoditas dari perkiraan sebelumnya. “Kami melihat bahwa harga komoditas akan tetap relatif tinggi pada semester I/2022, tetapi cenderung normal menjelang akhir 2022, sehingga akan membatasi kinerja ekspor,” katanya, Selasa .
Faisal menambahkan, lamanya konflik Rusia dan Ukraina juga akan memberikan dampak positif pada agenda Bank Indonesia untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan pada 2022.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jelang Ramadhan Harga Komoditas Mengalami KenaikanJelang Ramadhan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Kota Semarang mengalami kenaikan.
Baca lebih lajut »
Meneropong Harga Minyak Dunia: Mungkinkah Harga Minyak Naik Menjadi 200 USD?OLEH : ACHMAD NUR HIDAYAT* 1. Kami sering ditanya akankah sanksi terhadap Rusia setelah invasi ke Ukraina menyebabkan krisis energi baru? Ba...
Baca lebih lajut »
Siap-siap Nih, Kata Jokowi Harga-harga Akan Melonjak!Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kenaikan harga pangan tak bisa terbendung
Baca lebih lajut »
Jurus Antam (ANTM) Turut Mencuil Kue Pesta Harga Komoditas, Koreksi hanya Sesaat? | Market - Bisnis.comPergerakan saham Aneka Tambang (ANTM) terjerembab di zona merah dalam 5 hari terakhir. Mampukah saham BUMN produsen emas dan nikel itu bangkit dalam waktu dekat?
Baca lebih lajut »
Harga Komoditas Menjulang, Saham Emiten BUMN Tambang Layak Dikoleksi? | Market - Bisnis.comSaham PTBA, ANTM dan TINS sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditasnya serta aturan-aturan pemerintah yang terkait.
Baca lebih lajut »
Harga Minyak Ambles! Isu Perang Sudah Tak Laku?Perkembangan seputar konflik Rusia-Ukraina masih menjadi sentimen utama penggerak harga si emas hitam.
Baca lebih lajut »